Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember memperkenalkan jajanan tradisional sehat kepada anak usia dini di sebuah sekolah dasar pada Selasa, 28 April 2026.

Kegiatan edukasi ini menargetkan orang tua dan guru untuk menumbuhkan kebiasaan makan bergizi serta mengurangi konsumsi makanan instan.

Para peserta diberikan informasi mengenai manfaat bahan alami seperti tepung beras, kelapa, gula merah, dan singkong yang menjadi bahan utama jajanan tradisional.

Mahasiswa KKN menekankan bahwa jajanan tradisional tidak mengandung pemanis buatan, MSG berlebih, maupun bahan pengawet kimia.

“Kami sangat terbantu dengan informasi ini,” ujar Ibu Siti, salah satu wali murid, yang menyatakan niatnya untuk lebih memperhatikan camilan anak.

Penggunaan bahan lokal juga mendukung ekonomi petani daerah dan melestarikan warisan kuliner Indonesia.

Selama sesi, orang tua diajak mencicipi contoh makanan seperti onde‑onde, klepon, lupis, dan kue talam yang disajikan dalam porsi kecil.

Anak‑anak tampak antusias saat mencoba berbagai jajanan, menunjukkan minat yang tinggi terhadap rasa tradisional.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa konsumsi makanan tradisional secara rutin dapat meningkatkan asupan serat, vitamin, dan mineral penting bagi pertumbuhan anak.

Data awal menunjukkan penurunan konsumsi makanan cepat saji di antara peserta setelah tiga minggu program berjalan.

Program ini juga berupaya menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal, sehingga generasi muda tidak melupakan kuliner Indonesia.

Selain edukasi gizi, kegiatan mencakup workshop pembuatan camilan sederhana yang dapat dilakukan orang tua bersama anak di rumah.

Setiap peserta menerima booklet berisi resep, tips penyimpanan, dan panduan gizi yang telah disesuaikan dengan standar Kementerian Kesehatan.

Mahasiswa KKN menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, orang tua, dan komunitas untuk memperkuat pola makan sehat.

Dalam konteks kesehatan nasional, upaya semacam ini sejalan dengan program pemerintah yang menurunkan angka obesitas anak.

Para guru menyambut baik inisiatif ini, karena dapat melengkapi kurikulum pendidikan kesehatan yang ada.

Pendekatan berbasis pengalaman langsung terbukti lebih efektif dibandingkan hanya penyuluhan teoritis.

Setelah acara, sejumlah orang tua berkomitmen untuk mengganti camilan berbasis junk food dengan pilihan tradisional setiap minggu.

Kegiatan KKN ini direncanakan akan diulang di beberapa sekolah lain di wilayah Jember pada semester berikutnya.

Keberhasilan program diharapkan menjadi contoh bagi universitas lain dalam mengintegrasikan tugas sosial dengan pendidikan kesehatan.

Dengan dukungan berkelanjutan, diharapkan anak‑anak Indonesia akan tumbuh lebih sehat, cerdas, dan tetap menghargai warisan kuliner bangsa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.