Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember hadir di Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan pada Jumat 1 Mei 2025 pukul 09.00 WIB untuk memperkenalkan inovasi olahan laut berupa TELKOTEL Ikan Tenggiri.
Kegiatan melibatkan ibu‑ibu rumah tangga dan anak‑anak desa dalam suasana kolaboratif, dengan tujuan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah ikan tenggiri yang melimpah di pesisir setempat.
Para mahasiswa KKN memberikan pendampingan langsung mulai dari persiapan bahan, pencampuran adonan, hingga teknik penyajian dan pengemasan produk agar menghasilkan camilan dengan cita rasa menarik dan layak dipasarkan.
Selama proses, peserta diajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi dalam pengolahan makanan rumahan, sehingga produk akhir memenuhi standar higienis untuk konsumsi luas.
Selain keterampilan memasak, mahasiswa juga menyampaikan wawasan mengenai peluang usaha, strategi pemasaran sederhana, dan cara mengubah produk menjadi usaha mandiri yang berkelanjutan.
Seorang mahasiswa KKN menyatakan, “Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan hasil laut sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Kami berharap TELKOTEL Ikan Tenggiri dapat menjadi peluang usaha baru bagi warga.”
Masyarakat menyambut inisiatif tersebut dengan antusias; ibu‑ibu rumah tangga aktif bertanya dan mencoba proses pengolahan, sementara anak‑anak ikut serta dalam kegiatan yang dirancang menyenangkan.
Inovasi TELKOTEL ini diharapkan menjadi produk unggulan khas Desa Bandaran yang dapat dikenal lebih luas, sekaligus meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penjualan camilan bernilai tambah.
Program KKN ini sejalan dengan upaya pemberdayaan ekonomi desa, memanfaatkan sumber daya laut yang melimpah untuk menciptakan produk bernilai jual tinggi dan membuka peluang kerja lokal.
Dengan dukungan langsung dari mahasiswa, proses produksi TELKOTEL Ikan Tenggiri mencakup tahap pencampuran ikan cincang, bumbu, dan bahan pengikat, kemudian dibentuk menjadi bola‑bola kecil sebelum digoreng hingga keemasan.
Setelah produksi, peserta diberikan pelatihan cara mengemas produk secara higienis, serta tips promosi sederhana melalui media sosial dan pasar tradisional desa.
Kegiatan berakhir dengan pembagian hasil produksi kepada warga, yang diharapkan dapat dijual kembali sebagai usaha rumahan berkelanjutan, memperkuat kemandirian ekonomi Desa Bandaran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan