Media Kampung – Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan parenting bertajuk “Generasi Anti Pelit” serta memperkenalkan seni bela diri Tapak Suci di TK ABA Tanggul, Jember, pada 21‑23 April 2026.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, melibatkan dosen pembimbing, anggota Lazismu, serta staf TK ABA Tanggul.
Tujuan utama acara adalah membekali orang tua dengan strategi mendidik anak yang dermawan, peduli, dan berakhlak mulia sejak usia dini.
Pada hari pertama, tim KKN menyampaikan materi tentang pentingnya menanamkan nilai sedekah, zakat, dan infak kepada anak sesuai tahap perkembangannya.
Pendekatan tersebut dikemas dalam bentuk contoh praktik sederhana, seperti memberi uang saku untuk dibagikan kepada teman.
“Orang tua dapat menanamkan nilai berbagi sejak dini,” kata salah satu peserta yang merupakan ayah dua anak.
Sesi kedua berfokus pada teknik komunikasi positif, dimana para orang tua diajarkan cara memberi pujian yang membangun dan mengoreksi perilaku tanpa hukuman keras.
Materi ini dipaparkan oleh dosen Fakultas Keguruan Universitas Muhammadiyah Jember dengan contoh kasus di kelas.
Pada hari kedua, mahasiswa KKN memperkenalkan seni bela diri Tapak Suci kepada anak-anak TK ABA Tanggul.
Latihan dasar meliputi gerakan memukul, menendang, serta teknik pernapasan yang dirancang untuk meningkatkan disiplin dan kontrol diri.
Instruktur senior Tapak Suci menekankan nilai moral seperti keberanian, tanggung jawab, dan hormat terhadap sesama.
Anak-anak yang mengikuti pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari senyum dan semangat mereka selama sesi.
Selain latihan fisik, mahasiswa juga menyampaikan nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam seni bela diri, seperti kejujuran dan keikhlasan.
Pada sore hari terakhir, tim KKN berpartisipasi dalam kegiatan di Taman Pendidikan Al‑Qur’an (TPA) setempat.
Mahasiswa membantu ustaz dan ustazah dalam mengajarkan hafalan surat pendek serta menyiapkan materi interaktif untuk anak-anak.
Interaksi tersebut menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga anak-anak lebih termotivasi untuk berpartisipasi.
Respon orang tua terhadap program sangat positif; sebagian menyatakan program ini membuka wawasan baru dalam mendidik anak.
“Program ini membantu kami memahami cara mengajar nilai kepedulian tanpa memaksa,” ujar salah satu wali murid.
Pihak sekolah TK ABA Tanggul juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN RPL atas kontribusi mereka dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kepala TK menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah dasar untuk memperkuat karakter generasi muda.
Kegiatan ini sejalan dengan visi Unmuh Jember untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam moralitas.
Program KKN RPL ini merupakan bagian dari kebijakan kampus yang menekankan pengabdian masyarakat sebagai komponen utama pembelajaran.
Dengan melibatkan Lazismu, program ini menambah dimensi keagamaan yang relevan dengan konteks sosial masyarakat Jember.
Selama tiga hari, total 45 orang tua, 30 anak, dan 12 mahasiswa KKN berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian acara.
Kedepannya, tim KKN berencana memperluas program serupa ke sekolah lain di Kabupaten Jember guna menumbuhkan lebih banyak Generasi Anti Pelit.
Hingga kini, belum ada laporan negatif, dan semua pihak menantikan pelaksanaan program lanjutan pada semester berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan