Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember mengadakan sesi parenting di TK Aisyiyah Kecamatan Besuki pada 28 April 2026, dengan fokus membahas pola asuh dan memperkenalkan Tes STIFIn bersama Ustadz Lukman. Acara ini ditujukan untuk memberi orang tua wawasan praktis dalam mengoptimalkan perkembangan anak sejak usia dini.

Tim KKN yang terdiri dari lima mahasiswa ini berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menyajikan materi edukatif yang relevan dengan tantangan parenting modern. Mereka menyampaikan bahwa pemahaman karakter anak dapat meningkatkan efektivitas proses belajar di rumah.

Ustadz Lukman, seorang praktisi pengembangan diri dan psikologi anak, menjadi narasumber utama pada acara tersebut. Pengalaman lebih dari satu dekade dalam memberi pelatihan keluarga menambah kredibilitas materi yang disampaikan.

“Orang tua sering kebingungan saat mendidik anak, padahal jika kita memahami cara kerja otak dan tipe kecerdasan dominan, proses pendidikan menjadi lebih mudah dan menyenangkan,” ujar Ustadz Lukman saat sesi interaktif.

Ustadz memperkenalkan Tes STIFIn, sebuah metode biometrik yang membaca pola sidik jari untuk mengidentifikasi tipe kecerdasan utama seseorang. Tes ini mengkategorikan individu ke dalam lima tipe: Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting.

Setiap tipe memiliki ciri khas; Sensing cenderung teliti dan praktis, Thinking logis dan analitis, Intuiting kreatif serta visioner, Feeling empatik dan sosial, sementara Insting spontan, fleksibel, dan cepat beradaptasi. Pemahaman tipe ini dapat membantu orang tua menyesuaikan strategi belajar dan komunikasi.

Proses tes berlangsung cepat, hanya memindai sepuluh sidik jari dan menghasilkan laporan tipe kecerdasan dominan dalam beberapa menit. Laporan tersebut mencakup rekomendasi gaya belajar, bakat potensial, serta saran pengembangan karier di masa depan.

Setelah presentasi, Ustadz Lukman menawarkan layanan pengecekan sidik jari secara langsung dengan harga promo Rp275.000 per anak, sebagai upaya mempermudah akses orang tua terhadap informasi psikogenetik anak mereka.

Para orang tua yang hadir memberikan tanggapan positif, menyatakan materi parenting sangat aplikatif dan layanan STIFIn dianggap berguna untuk merencanakan pendidikan anak. Antusiasme mereka tercermin dalam banyaknya pendaftaran layanan sesudah acara.

Ketua panitia KKN UM Jember, Ahmad Fauzi, mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah, narasumber, dan seluruh peserta atas partisipasi aktif. Ia berharap program serupa dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk tumbuh cerdas, berkarakter, dan berpotensi maksimal.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang hangat, diikuti oleh pendaftaran layanan cek sidik jari. Mahasiswa KKN berencana melanjutkan program edukasi serupa di wilayah lain sebagai kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pola asuh di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.