Media Kampung – Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) memainkan peran strategis dalam menjembatani mahasiswa dari Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengembangkan potensi dan kembali membangun daerah asal mereka. Kampus ini menampung sekitar 40 hingga 45 persen mahasiswa dari Indonesia timur, termasuk dari daerah terpencil seperti Merauke dan Timika.

Rektor UNRIYO, Hari Kusnanto, mengungkapkan bahwa keberadaan mahasiswa dari daerah pelosok menjadi tantangan sekaligus kesempatan. Banyak dari mereka yang belum terbiasa dengan teknologi informasi saat masuk perkuliahan, terutama yang mengambil program studi berbasis teknologi. Oleh karena itu, kampus memberikan pendampingan intensif agar mereka mampu bersaing dengan mahasiswa lain.

“Saya melihat salah satu yang unggul di UNRIYO adalah banyak mahasiswanya berasal dari Indonesia bagian timur, dari daerah pelosok, terpencil, dan terpinggirkan. Tantangannya bagaimana kita mampu merangkul dan meningkatkan kemampuan mereka,” kata Hari saat ditemui Media Kampung, Jumat (5/6).

Untuk mendukung akses pendidikan, UNRIYO menawarkan biaya kuliah yang relatif rendah dan kompetitif, serta berbagai program beasiswa seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan beasiswa dari pemerintah daerah. Menurut Hari, dampak dari pendidikan ini sangat besar karena setelah lulus, para mahasiswa kembali ke daerahnya dan berkontribusi langsung, misalnya sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit.

“Ada yang kuliah S1 Gizi di sini lalu kembali ke Merauke dan menjadi dietitian di rumah sakit. Efeknya sangat bermanfaat untuk daerah,” ujarnya.

Tracer study menunjukkan bahwa lulusan UNRIYO terserap ke dunia kerja dalam waktu tunggu paling lama sekitar tiga bulan. Sebagian bekerja sesuai bidangnya, sebagian lain menciptakan lapangan kerja sendiri atau berkarier di bidang berbeda namun tetap berhasil mengembangkan potensinya.

Bagi Hari, pengalaman mendampingi mahasiswa dari berbagai daerah terpencil menjadi pengingat bahwa keterbatasan akses bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dengan kesempatan pendidikan yang tepat, mereka memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi daerah asalnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.