Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember menginisiasi program pelestarian budaya Jawa di TK Al Hikmah Ngawi, Kabupaten Ngawi.

Program ini bertujuan menanamkan kesadaran berbudaya pada anak usia dini melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan mahasiswa KKN.

Kegiatan dilaksanakan pada minggu pertama April 2026, melibatkan 12 mahasiswa RPL bersama guru TK dan orang tua murid.

Para peserta diajarkan penggunaan bahasa Jawa dalam interaksi harian, seperti menjawab panggilan dengan “dalem” dan merespon perintah dengan “nggih”.

Selain bahasa, anak-anak diajak menyanyikan lagu daerah “Gundul-Gundul Pacul” yang memperkuat rasa kebangsaan.

Metode pengajaran mencakup pembiasaan berhitung menggunakan bahasa Jawa, misalnya menghitung satu sampai sepuluh dengan sebutan “siji”, “loro”, dan seterusnya.

Suasana kelas semakin kental budaya ketika anak-anak mengenakan pakaian adat lurik berwarna cerah.

Orang tua dan wali murid hadir dengan busana sopan yang mencerminkan identitas muslim Jawa, menambah nuansa kebersamaan.

Mahasiswa KKN juga menyelenggarakan sesi parenting yang menekankan peran keluarga dalam melestarikan budaya.

Dalam sesi tersebut, dijelaskan bahwa pembiasaan nilai budaya harus berlanjut di rumah, bukan hanya di sekolah.

Seorang mahasiswa KKN menyampaikan, “Anak usia dini berada pada masa yang sangat mudah meniru, sehingga peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter dan kebiasaan mereka, termasuk dalam menjaga budaya.”

Orang tua peserta mengapresiasi inisiatif tersebut karena tidak hanya menitikberatkan aspek akademik, melainkan juga pembentukan karakter.

Beberapa orang tua melaporkan bahwa anak mereka kini lebih suka menyapa guru dengan “dalem” dan menggunakan bahasa Jawa dalam bermain.

Guru TK Al Hikmah menyatakan dukungan penuh terhadap program, menyebutnya sebagai upaya memperkaya kurikulum lokal.

Program ini selaras dengan kebijakan Universitas Muhammadiyah Jember untuk memperluas dampak sosial KKN RPL di wilayah sekitar.

Data awal menunjukkan peningkatan partisipasi anak dalam kegiatan budaya sebesar 35% dibandingkan periode sebelumnya.

Mahasiswa KKN mencatat bahwa penggunaan bahasa Jawa dalam kegiatan sehari-hari meningkatkan rasa kebersamaan di antara siswa.

Selain bahasa, anak-anak diajarkan etika Jawa seperti menghormati orang yang lebih tua dengan menunduk sedikit.

Setiap akhir sesi, anak-anak melakukan doa bersama menggunakan bahasa Jawa, menumbuhkan rasa spiritualitas lokal.

Orang tua diminta untuk melanjutkan praktik ini di rumah, termasuk mengajarkan salam “salam sejahtera” dalam bahasa Jawa.

Tim KKN melakukan evaluasi harian, mencatat tantangan seperti keterbatasan materi ajar dalam bahasa Jawa.

Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa berkoordinasi dengan departemen Bahasa Jawa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmuh Jember.

Hasil kolaborasi menghasilkan lembar kerja dan buku cerita bergambar berbahasa Jawa yang akan dibagikan kepada semua kelas TK.

Kegiatan selanjutnya direncanakan melibatkan pertunjukan wayang kulit mini yang diceritakan dalam bahasa Jawa.

Pengorganisasian acara tersebut melibatkan siswa kelas 5 SD setempat sebagai pendukung logistik.

Pihak sekolah berharap program ini dapat menjadi model bagi TK lain di Kabupaten Ngawi.

Keberhasilan inisiatif ini juga mendapat sorotan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi yang berencana memperluas program serupa.

Secara keseluruhan, program KKN RPL Unmuh Jember menunjukkan dampak positif dalam menumbuhkan cinta budaya Jawa pada generasi muda.

Dengan sinergi antara mahasiswa, guru, orang tua, dan pemerintah daerah, diharapkan nilai-nilai budaya dapat terjaga dalam jangka panjang.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa program akan berlanjut hingga akhir tahun ajaran 2026, dengan penambahan kegiatan seni tradisional lainnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.