Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Pendidikan Guru PAUD Universitas Muhammadiyah Jember meluncurkan program “Cinta Budaya Dimulai dari Nada” dengan tujuan menanamkan kecintaan pada budaya melalui edukasi musik tradisional bagi anak usia dini.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 23 April 2026 di Taman Bacaan Anak (KB) Cerdas Permai, Jember, di mana mahasiswa memperkenalkan alat musik gamelan kepada anak‑anak berusia 4‑6 tahun secara interaktif dan menyenangkan.
Pengantar teori dasar musik tradisional disertai demonstrasi langsung, kemudian anak‑anak diberikan kesempatan memegang dan memetik instrumen gamelan, sehingga mereka merasakan getaran nada secara konkret.
Data observasi menunjukkan bahwa 87 persen peserta menunjukkan peningkatan minat terhadap musik tradisional setelah sesi percobaan, menandakan efektivitas pendekatan hands‑on dalam konteks pendidikan anak usia dini.
Fenomena penurunan minat pada musik tradisional di era digital menjadi latar belakang utama program ini; dominasi musik pop dan platform streaming membuat generasi muda semakin jauh dari warisan budaya lokal.
Mahasiswa KKN menanggapi tantangan tersebut dengan mengintegrasikan salam khas GAS (Grup Apresiasi Seni) seperti “Salam Budaya!” yang dijawab “Salam Budaya!” serta “Salam ini budi!” yang dijawab “Berbudaya sejak dini!”.
Interaksi ini tidak hanya memperkaya pengalaman musikal, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan identitas kolektif di antara peserta kecil.
Selain praktik gamelan, tim KKN menyajikan materi tentang asal‑usul alat musik, fungsi sosial dalam upacara adat, serta nilai-nilai moral yang terkandung dalam tiap nada.
Orang tua yang hadir memberikan testimoni positif, menyatakan bahwa anak‑anak mereka menjadi lebih antusias menunggu pelajaran seni di sekolah setelah mengikuti program ini.
Program ini merupakan bagian dari agenda kerja KKN yang menitikberatkan pada pelestarian budaya sekaligus peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di wilayah Jember.
Keberlanjutan inisiatif diharapkan dapat tercapai melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan serta lembaga kebudayaan setempat, sehingga edukasi musik tradisional menjadi agenda rutin di PAUD.
Dengan menanamkan Cinta Budaya melalui nada gamelan, mahasiswa berharap nilai‑nilai budaya Indonesia tetap hidup dan relevan di tengah arus globalisasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan