Media Kampung – Piala Dunia 2026 menyajikan kejutan besar saat tim debutan Cape Verde berhasil menahan imbang Spanyol 0-0 pada matchday 1 Grup H. Kunci dari hasil mengejutkan ini adalah performa gemilang kiper veteran mereka, Vozinha, yang tampil heroik di bawah mistar gawang.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Mercedes Benz, Atlanta, pada Senin (15/6) malam WIB itu didominasi Spanyol. La Furia Roja menguasai bola hingga 74 persen dan melepaskan 27 tembakan ke gawang Cape Verde. Namun, Vozinha menjadi tembok yang tak tertembus.

FIFA menobatkan Vozinha sebagai pemain terbaik (Man of the Match) berkat tujuh penyelamatan penting. Dua penyelamatan terbaiknya terjadi pada babak pertama, saat ia menepis sundulan Mikel Oyarzabal dan Aymeric Laporte. Ia juga menggagalkan peluang emas Ferran Torres dan Pedri.

Berkat aksinya, Sofascore memberikan rating 9,7 untuk Vozinha. Satu poin dari laga ini menjadi sejarah bagi Cape Verde, yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia. Mereka berhasil mematahkan prediksi yang menganggap mereka akan menjadi lumbung gol Spanyol.

Vozinha, yang bernama lengkap Josimar Jose Evora Dias, lahir di Mindelo, Tanjung Verde, pada 3 Juni 1986 (40 tahun). Kariernya dimulai di klub lokal Batuque, lalu merambah Eropa bersama Gil Vicente, AEL Limassol, AS Trencin, dan kini GD Chaves. Saat di AS Trencin, ia sempat satu tim dengan pemain Timnas Indonesia, Witan Sulaeman.

Di timnas Cape Verde, Vozinha telah mengoleksi 89 caps sejak debut pada 8 September 2012. Kini, namanya melambung setelah penampilan heroiknya melawan Spanyol di Piala Dunia 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.