Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember menggelar latihan silat dan olahraga bersama di TK Kemala Bhayangkari, Jember, pada Sabtu, 18 April 2026. Acara ini bertujuan melestarikan budaya melalui kegiatan fisik yang menyenangkan bagi warga setempat.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan kehadiran sekitar 80 peserta, meliputi siswa kelas satu hingga enam, guru, serta orang tua murid. Seluruh peserta disambut oleh tim KKN yang dipimpin oleh tiga mahasiswa aktif RPL.
Program ini dirancang untuk menanamkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa sejak usia dini, sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan. Pemilihan pencak silat sebagai media edukasi dipilih karena kedekatannya dengan nilai-nilai lokal di Jawa Timur.
Sesi pembukaan diisi dengan pemanasan massal yang dipandu oleh mahasiswa KKN, melibatkan gerakan peregangan dinamis serta latihan pernapasan. Antusiasme peserta terlihat dari senyuman dan tawa yang mengiringi tiap gerakan.
Setelah pemanasan, mahasiswa memulai latihan pencak silat dengan memperagakan teknik dasar, seperti jabatan (tendangan) ringan, pukulan lurus, dan gerakan kaki yang seimbang. Demonstrasi tersebut disampaikan secara perlahan sehingga anak-anak dapat meniru dengan aman.
Selama latihan, instruktur menekankan pentingnya keselamatan, mengingatkan peserta untuk mengontrol kekuatan tendangan dan menghindari kontak berlebih. Pendekatan edukatif ini berhasil membuat anak-anak merasa nyaman dan termotivasi untuk mencoba.
Sebagai penutup, seluruh peserta diajak melakukan senam bersama selama lima belas menit, menekankan kebersamaan dan relaksasi. Gerakan senam dirancang sederhana, meliputi gerakan memutar pinggang, angkat lutut, dan tarikan napas dalam.
Wali murid menyatakan rasa bangga karena anak-anak dapat belajar budaya Indonesia melalui aktivitas yang menyenangkan. Salah satu orang tua mengungkapkan, ‘Anak saya kini lebih tertarik pada silat dan lebih aktif bergerak setiap hari.’
Salah satu mahasiswa KKN, Rudi Hartono, menyampaikan, ‘Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang berbeda, menggabungkan nilai budaya dengan kebugaran fisik agar generasi muda lebih mencintai warisan mereka.’
Kepala TK Kemala Bhayangkari, Ibu Siti Nurhaliza, menambahkan, ‘Kerjasama dengan mahasiswa Unmuh Jember memberikan warna baru dalam pembelajaran, sekaligus memperkuat ikatan antara sekolah dan masyarakat.’
Kegiatan semacam ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah Jember dalam mempromosikan kebudayaan tradisional melalui program pendidikan non-formal. Pencak silat, yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia, menjadi sarana efektif untuk menyatukan nilai estetika dan kesehatan.
Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember berencana melanjutkan inisiatif serupa di sekolah-sekolah lain pada semester mendatang, berharap dapat menumbuhkan generasi yang sehat, aktif, dan berbudaya. Evaluasi awal menunjukkan peningkatan minat anak terhadap olahraga tradisional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Leave a Reply