Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan perempuan melalui kreativitas kuliner di Desa Kaliwining, Jember, pada 17 April 2026.

Program KKN yang berlangsung selama tiga minggu ini menitikberatkan pada pembekalan pengetahuan gizi serta keterampilan mengolah makanan sederhana bagi para ibu rumah tangga.

Desa Kaliwining, yang terletak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Jember, dipilih karena mayoritas penduduknya bergantung pada pertanian subsisten dan memiliki potensi pengembangan usaha rumahan.

Acara dibuka oleh Devi Senja Kumalasari, anggota tim KKN, yang menekankan peran strategis ibu dalam mengelola pola konsumsi keluarga serta pentingnya gizi seimbang untuk pertumbuhan anak.

“Ibu adalah pengelola utama nutrisi keluarga, sehingga pengetahuan gizi yang tepat akan berdampak langsung pada kesehatan generasi mendatang,” ujar Devi dalam sambutannya.

Selanjutnya, kader Desa Kaliwining, Wati, memberikan materi tentang keseimbangan gizi, mengingatkan bahaya pola makan yang kurang sayuran dan berlebih protein hewani.

“Kita harus mampu menyajikan makanan yang variatif namun tetap terjangkau, sehingga semua anggota keluarga mendapatkan asupan yang lengkap,” jelas Wati.

Para peserta, mayoritas wali murid, menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan pertanyaan tentang cara mengolah bahan lokal menjadi menu bergizi.

Setelah sesi teori, peserta langsung mempraktikkan pembuatan rolade ayam, mulai dari persiapan bahan, pencampuran bumbu, hingga proses pengukusan dan pemotongan.

Latihan ini tidak hanya menambah wawasan gizi, tetapi juga memberikan keterampilan teknis yang dapat dijadikan dasar usaha katering rumahan.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran gizi sekaligus membuka peluang usaha mikro bagi perempuan, sehingga mereka lebih mandiri secara ekonomi.

Program serupa telah diluncurkan di beberapa desa lain di Kabupaten Jember, menunjukkan komitmen universitas dalam mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan pembangunan daerah.

Hingga akhir hari, semua peserta melaporkan peningkatan pengetahuan dan kesiapan untuk mencoba resep baru di rumah, sementara tim KKN menyiapkan materi lanjutan untuk kunjungan berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.