Media Kampung – Satria Muda Pertamina Bandung harus menghentikan langkahnya di semifinal IBL Gopay 2026 setelah dikalahkan Bogor Hornbills dengan skor 79-82 dalam laga keempat yang berlangsung di GOR Laga Tangkas, Bogor, Jumat 12 Juni 2026. Kekalahan tipis ini memastikan Satria Muda gagal melaju ke babak final.

Pertandingan berlangsung ketat sejak kuarter pertama yang ditutup dengan skor 20-21 untuk tuan rumah. Pada halftime, Satria Muda tertinggal 33-37. Yudha Saputera sempat membawa timnya unggul di kuarter ketiga lewat tembakan tiga angka, namun Bogor Hornbills kembali menyamakan kedudukan menjadi 60-60.

Satria Muda unggul dalam fast break points dengan rasio 20-3, akurasi free throw mencapai 80 persen, dan field goals 41 persen (28 dari 67 percobaan). Mereka juga mencatatkan 21 assist. Namun, keunggulan tersebut tidak cukup untuk mengamankan kemenangan.

Pelatih Djordje Jovicic menekankan bahwa laga berjalan ketat hingga akhir, tetapi timnya kehilangan ritme karena kurang sabar dan terlalu banyak mengandalkan isolasi. “Di seri semifinal kali ini kami kurang sabar, terlalu banyak terburu-buru dan mengandalkan isolasi sehingga bola tidak bergerak dengan baik. Jika tidak bisa mencetak poin permainan menjadi sangat sulit,” ujar Djordje.

Djordje juga memberikan apresiasi kepada staf, fisioterapis, dokter, manajemen, dan presiden klub yang telah mendukung sejak awal musim. Ia mengakui beberapa pemain berjuang dengan kondisi cedera, menunjukkan komitmen besar meski belum kembali ke ritme terbaik. “Kami semua ingin mencapai final tetapi musim ini belum cukup. Tanggung jawab utama ada pada pelatih, lalu pemain, baru kemudian manajemen, dan saya siap memikul itu,” katanya.

Abraham Damar Grahita menyoroti kemampuan lawan yang mampu memaksimalkan peluang. “Ini bukan situasi mudah, tetapi kredit untuk Bogor Hornbills yang mampu menyesuaikan diri dengan baik dan memaksimalkan setiap peluang. Mereka tampil efektif sepanjang game,” ucapnya.

Satria Muda harus menerima kenyataan gagal melaju ke final setelah melewati tiga pertandingan semifinal. Djordje berharap pengalaman berharga ini menjadi dasar untuk membangun kembali tim yang lebih kuat di musim mendatang. Tim harus bermain lebih cerdas, lebih sabar, dan lebih konsisten dalam sistem permainan ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.