Media Kampung – Selebgram dan food vlogger Tasyi Athasyia melaporkan dugaan pencurian sejumlah tas mewah miliknya oleh salah satu karyawan terdekat. Kerugian yang diakibatkan mencapai lebih dari Rp 500 juta, dengan 12 barang telah teridentifikasi terjual melalui platform jual-beli barang branded.
Dugaan pencurian ini pertama kali terungkap pada awal Maret 2026 setelah Tasyi menyelesaikan renovasi walk-in closet di rumahnya. Saat merapikan koleksi tas, ia mendapati lima tas mewahnya sudah tidak berada di tempat semula. Meski sempat mengikhlaskan kehilangan tersebut tanpa menaruh curiga kepada siapa pun, kecurigaan muncul kembali ketika jumlah barang hilang bertambah.
Titik terang kasus ini muncul setelah salah satu anggota tim Tasyi menerima notifikasi transaksi penjualan barang yang tidak dikenali, yang berasal dari akun email yang tersinkronisasi tanpa sengaja ke perangkat lain. Dari penelusuran lebih lanjut, ditemukan bukti bahwa barang-barang milik Tasyi dijual di sebuah platform dengan sistem transaksi tanpa tatap muka, dimana barang dikirim terlebih dahulu melalui jasa antar dan dijual dengan harga jauh di bawah pasaran.
Karyawan yang diduga melakukan pencurian awalnya membantah, namun setelah diperlihatkan bukti berupa riwayat transaksi dan notifikasi penjualan, ia mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Bahkan disebutkan bahwa jumlah barang yang dijual mungkin lebih banyak dari yang telah diketahui. Sikap tidak jujur dan kurangnya penyesalan dari karyawan tersebut menjadi alasan Tasyi akhirnya memutuskan membawa kasus ini ke jalur hukum.
Keputusan ini juga didukung oleh suami Tasyi, Syech Zaki, yang turut menunjukkan bukti-bukti terkait barang hilang. Pengalaman sebelumnya pada tahun 2023 dengan mantan karyawan yang berujung pada kasus hukum juga menjadi faktor yang membuat Tasyi memilih untuk tidak memberikan maaf dan mengambil langkah tegas demi memberikan efek jera.
Kasus ini saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Tasyi menegaskan bahwa pihak yang diduga terlibat sudah diketahui, namun statusnya masih sebagai terduga hingga ada putusan resmi dari pengadilan.
Kehilangan ini bukan hanya soal materi, melainkan juga kepercayaan yang dirusak. Tasyi menyatakan rasa sedihnya lebih karena pengkhianatan kepercayaan dibandingkan dengan nilai barang yang raib.













Tinggalkan Balasan