Media Kampung – Toko percetakan Mau Print di Jalan Kalibaru Timur, Senen, Jakarta Pusat, yang menjadi lokasi penyekapan tiga karyawan, kini tampak tutup. Saat didatangi pada Minggu (29/6), spanduk dan papan nama toko sudah tidak terpasang. Bangunan empat lantai itu terlihat sepi tanpa aktivitas.
Kasus ini viral setelah tiga karyawan diduga disekap selama tiga minggu di lantai atas gedung. Mereka dikurung setelah salah satu korban diduga mencuri barang milik perusahaan. Polisi mengamankan dua terduga pelaku, yaitu Arief Iswahyudi dan Sabarudin.
Kronologi Penyekapan
Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro mengatakan, saat polisi tiba pada Jumat (26/6), ketiga korban masih dalam kondisi terborgol. Korban bernama Tegar Saputra dan Muhamad Rafli Jaelani diborgol bagian kaki dan diikat tali baja, sementara Aditya Saputra diborgol dan dirantai besi.
Penyekapan diduga bermula setelah Tegar ketahuan mencuri pelat. Setelah diinterogasi, ia mengaku melakukannya bersama dua korban lainnya. Alih-alih melapor ke polisi, mereka justru disekap. Keluarga korban bahkan diminta uang tebusan Rp50 juta per orang. Salah satu keluarga sudah menyerahkan uang Rp50 juta, namun korban tetap tidak dibebaskan.
Kesaksian Warga
Seorang warga sekitar sekaligus pekerja percetakan, Agung (bukan nama sebenarnya), mengatakan Mau Print dikenal sebagai percetakan besar di Kalibaru yang baru beroperasi sekitar tiga tahun. Menurut Agung, warga tidak curiga karena operasional toko berjalan normal. Bahkan pada hari polisi datang, toko tetap buka sejak pagi.
Agung menyebut lokasi penyekapan diduga di lantai tiga atau empat, area gudang. Sebelum polisi datang, rombongan dari LBH lebih dulu mendatangi lokasi. Polisi dari Polres kemudian tiba dan menutup situasi.
Agung juga mengenal salah satu korban, Adit, yang dinilai sopan. Ia sempat bertanya ke mana Adit pergi, namun tidak mendapat jawaban jelas.
Perkembangan Terkini
Polisi masih menyelidiki kasus ini dan belum menjelaskan status hukum dua orang yang diamankan. Toko percetakan saat ini tutup dan tidak ada aktivitas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan