Media Kampung – Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) setelah dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia saat mengikuti pendidikan. Kedua peserta tersebut adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan bahwa evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki guna meningkatkan keselamatan dan kualitas penyelenggaraan pendidikan latsarmil. Evaluasi mencakup mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis, penanganan peserta dengan kondisi kesehatan khusus, serta sistem komunikasi dan pelaporan.
“Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan saat ini melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan program,” kata Rico dalam keterangan yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.
Ia menegaskan, Kemhan terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik demi mewujudkan penyelenggaraan latsarmil yang lebih baik. “Setiap masukan, evaluasi, dan pembelajaran dari pelaksanaan kegiatan akan menjadi dasar penyempurnaan program ke depan agar berlangsung semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel,” ujarnya.
Program SPPI sendiri mempersiapkan para peserta untuk menjadi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Insiden ini menjadi perhatian serius bagi Kemhan untuk memastikan standar keselamatan yang lebih ketat di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan