Media Kampung – Proses rekrutmen manajer Koperasi Merah Putih memasuki tahap seleksi tertulis yang menguji Mental Ideologi dan pemeriksaan kesehatan jiwa, di mana TNI dilibatkan langsung dalam pelaksanaannya. Tes tersebut berlangsung serentak pada 20 Mei 2026 di 40 lokasi di berbagai kota, termasuk di wilayah Kodam V/Brawijaya, Jawa Timur.
Pelaksanaan seleksi di Surabaya dipusatkan di Stadion Gelora Bung Tomo dan dipantau oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Tri Budi Utomo, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana unsur Kemhan dalam panitia seleksi nasional. Kepala Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang mengikuti seleksi mencapai 12.491 orang.
Selain tes tertulis Mental Ideologi, peserta juga menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa yang dilakukan secara bertahap mulai 21 hingga 31 Mei 2026 di sejumlah fasilitas kesehatan dan lokasi seleksi yang sudah ditentukan. Para peserta hadir dengan mengenakan pakaian kemeja putih dan bawahan hitam, membawa papan tulis dan map berwarna jingga sebagai perlengkapan ujian.
Dalam seleksi tertulis, para peserta mengisi soal dengan format pertanyaan terbuka yang memerlukan jawaban panjang dan mendalam. Dokumen soal tersebut ditandai sebagai rahasia, menunjukkan tingkat kerahasiaan yang dijaga ketat selama proses seleksi berlangsung.
Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Tujuan utama dari keterlibatan TNI adalah untuk memastikan integritas dan kualitas sumber daya manusia yang akan mengelola Koperasi Merah Putih serta mendukung pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.
Namun, keikutsertaan TNI dalam seleksi ini mendapat sorotan dari pengamat hukum yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk intervensi militer dalam urusan sipil, yang berpotensi mengurangi profesionalisme institusi pertahanan. Meski demikian, Kemhan tetap meyakinkan publik bahwa keterlibatan TNI adalah bagian dari upaya menjaga kualitas dan integritas rekrutmen.
Proses seleksi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaring generasi muda yang berintegritas dan mampu mengelola koperasi secara efektif demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Pelaksanaan tes yang melibatkan unsur militer ini menunjukkan sinergi antara institusi negara dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis koperasi.
Dengan pelaksanaan seleksi yang ketat dan terorganisir, diharapkan manajer Koperasi Merah Putih yang terpilih dapat membawa perubahan positif serta memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Kementerian Pertahanan akan terus memantau proses ini agar berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalisme dan akuntabilitas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan