Media Kampung – Kapten Timnas Maroko, Achraf Hakimi, menunjukkan ketenangan luar biasa di tengah bayang-bayang kasus hukum yang masih membelitnya. Beberapa jam sebelum laga Grup C Piala Dunia 2026 melawan Skotlandia, pengadilan banding Prancis mengkonfirmasi bahwa Hakimi akan diadili dalam kasus pemerkosaan. Namun, pemain berusia 27 tahun itu tetap tampil fokus dan memimpin timnya meraih kemenangan 1-0 di Boston.
Pelatih Puji Mentalitas Hakimi
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, memberikan apresiasi tinggi terhadap sikap Hakimi. Dalam pernyataannya usai pertandingan, Ouahbi mengungkapkan bahwa Hakimi menjalani hari seperti biasa tanpa terganggu tekanan hukum.
“Dia baik-baik saja. Pagi ini dia bangun, sarapan seperti biasa, mempersiapkan diri untuk pertandingan dan memberi motivasi kepada rekan-rekannya,” ujar Ouahbi. “Dia berada di ruang ganti dengan fokus penuh dan bertekad tampil maksimal. Kami semua mendukungnya, dan dia sangat tenang, sama sekali tidak terganggu.”
Kemenangan Krusial Buka Peluang Lolos
Kemenangan atas Skotlandia membawa Maroko mengoleksi empat poin dari dua pertandingan, setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan Brasil. Hasil ini membuka peluang besar bagi Singa Atlas untuk melangkah ke babak gugur saat menghadapi Haiti di laga terakhir fase grup.
Ouahbi menegaskan bahwa Hakimi akan tetap menjadi pilihan utama dan mengenakan ban kapten. “Dia akan memainkan lebih banyak pertandingan hebat lagi. Bagi saya, dia adalah bek kanan terbaik di dunia dan dia akan membuktikannya di Piala Dunia ini,” kata Ouahbi. “Dia sosok yang sangat penting bagi saya, staf pelatih, para pemain, dan tim nasional Maroko.”
Kasus Hukum yang Membayangi
Hakimi membantah semua tuduhan sejak awal. Dakwaan awal pemerkosaan muncul pada Maret 2023, dan ia telah mengajukan banding atas keputusan hakim investigasi pada Februari lalu. Putusan pengadilan banding Versailles yang dirilis hanya beberapa jam sebelum pertandingan melawan Skotlandia tidak menggoyahkan konsentrasinya. Dengan dukungan penuh tim, Hakimi terus membuktikan profesionalismenya di lapangan hijau.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan