Media Kampung – Dean James, pemain asal Belanda yang kini memperkuat Go Ahead Eagles dan mewakili timnas Indonesia, menjadi sorotan utama setelah dugaan ketidaksesuaian status kepemilikannya mengancam kelangsungan kompetisi Eredivisie. Kasusnya berpotensi menimbulkan kebingungan hukum dan memaksa peninjauan kembali hasil hingga 133 pertandingan liga.

James memperoleh paspor Indonesia pada Februari 2025 untuk dapat bermain bagi timnas, namun menurut aturan imigrasi Belanda, pemain yang mengundurkan diri dari kewarganegaraan Belanda harus memperoleh izin kerja khusus untuk tetap berkompetisi di liga domestik. Ketidaksesuaian ini menimbulkan pertanyaan apakah ia masih memenuhi syarat sebagai pemain asing yang diizinkan.

Isu ini terangkat publik setelah podcaster Rogier Jacobs menyatakan dalam acara “De Derde Helft” bahwa Go Ahead Eagles mungkin telah menurunkan pemain yang tidak memiliki izin resmi. Jacobs menambahkan bahwa jika NAC Breda berhasil membuktikan pelanggaran, hasil pertandingan 6-0 melawan Go Ahead Eagles pada 15 Maret dapat dibatalkan.

NAC Breda secara resmi mengajukan keluhan kepada KNVB pada 19 Maret, menuntut peninjauan kembali status kelayakan James serta pemain lain yang memiliki latar belakang dual kewarganegaraan, termasuk atlet keturunan Suriname dan Cape Verde. Keluhan tersebut kemudian memicu penyelidikan internal pada sekitar 25 kasus serupa.

Pengadilan Utrecht mendengar banding antara NAC Breda dan KNVB pada 22 April, dengan potensi putusan yang dapat memaksa KNVB meninjau kembali hasil seluruh 133 pertandingan yang melibatkan pemain yang dipertanyakan. Jika pengadilan memihak NAC, jadwal Eredivisie harus direvisi secara signifikan.

KNVB menolak permintaan NAC untuk mengulang pertandingan, menegaskan bahwa tidak ada bukti bahwa James atau Go Ahead Eagles mengetahui pelanggaran izin. Namun, badan hukum klub mengklaim bahwa mereka memiliki bukti kuat tentang status kependudukan James yang tidak terdaftar secara resmi.

Para ahli hukum olahraga, termasuk Profesor Marjan Olfers, memperingatkan bahwa keputusan pengadilan dapat membuka pintu bagi klub lain mengajukan banding serupa, mengancam keberlangsungan musim 2025/2026. Olfers menyatakan, “Jika seorang pemain mengundurkan diri dari kewarganegaraan Belanda, ia masuk dalam jurisdiksi asing dan wajib memiliki izin kerja yang sah.”

Jika putusan pengadilan mengubah status James menjadi tidak sah, KNVB harus menyiapkan prosedur replay atau penyesuaian poin, yang dapat memperpanjang musim hingga melewati jadwal Piala Dunia FIFA 2026. Pihak liga menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan kalender, meski mengakui beban logistik dan finansial yang berat.

Saat ini, kasus Dean James masih berada dalam tahap banding, sementara KNVB menunggu keputusan akhir pengadilan. Semua mata tertuju pada hasil sidang yang dapat menentukan nasib 133 pertandingan serta integritas kompetisi Eredivisie ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.