Media KampungExcelsior 5-0 FC Utrecht menjadi sorotan utama pada Minggu sore, 26 April 2026, di Stadion Kralingen, ketika tim asal Kralingen mencatat kemenangan telak dalam perebutan poin menghindari degradasi. Kemenangan ini menempatkan Excelsior pada peringkat ke-14 Eredivisie, sementara FC Utrecht tetap berada di posisi kedelapan meski harus bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari satu jam.

Menit pertama pertandingan, Ángel Alarcón hampir membuka skor untuk Excelsior, namun satu menit kemudian Noah Naujoks menembus pertahanan Utrecht dengan sundulan dari umpan silang Derensili Sanches Fernandes, mengantarkan tim tuan rumah unggul 1-0. Sekitar lima menit berikutnya, Naujoks hampir menambah gol kedua melalui umpan Arthur Zagré, namun keputusan offside membatalkan peluang tersebut.

Excelsior terus menekan, dengan Naujoks melakukan sundulan lebar, Sanches Fernandes menembak tipis, dan Gyan de Regt mengirimkan sundulan tinggi yang semuanya berhasil diblokir oleh kiper Vasilios Barkas. Sementara itu, pemain Utrecht, Emil Hansson, gagal mengatasi tekanan dan tendanganannya ditolak oleh Barkas.

Pada menit ke-30, bek Matisse Didden menerima kartu kuning kedua dan dikeluarkan, memaksa Utrecht bermain dengan sepuluh pemain. Sepuluh menit sebelum jeda, Excelsior menambah keunggulan menjadi 2-0 lewat sundulan Sanches Fernandes dari tendangan sudut pendek yang dioper De Regt.

Pelatih Excelsior, Ruben den Uil, melakukan pergantian dengan menurunkan Siebe Horemans menggantikan penyerang Artem Stepanov untuk memperkuat lini belakang. Namun, Horemans kehilangan bola di kotak penalti, memungkinkan Sanches Fernandes menggiring dan mencetak gol ketiga, menjadikan skor 3-0.

Irakli Yegoian menambah gol keempat setelah memanfaatkan rebound dari tendangan Zagré yang sempat ditangkis Barkas. Di menit tambahan babak pertama, Lennard Hartjes menyelesaikan serangan dengan sundulan ke arah gawang setelah menerima umpan silang Ilias Bronkhorst, menutup babak pertama dengan keunggulan 5-0.

Utrecht hanya mampu menghasilkan satu tembakan ke tiang melalui Yoann Cathline, yang tidak menghasilkan gol. Kekurangan pemain dan tekanan terus-menerus membuat tim Belanda tersebut tidak mampu mengembalikan hasil pertandingan.

Kemenangan ini mengangkat Excelsior selangkah lebih dekat ke zona aman, selisih enam poin dari NAC Breda di peringkat 17 dan tiga poin dari FC Volendam di peringkat 16. FC Utrecht tetap berada di peringkat kedelapan, namun harus memperbaiki performa menjelang sisa dua pertandingan musim ini.

Dengan tiga poin tambahan, Excelsior menatap pertandingan berikutnya dengan optimisme, sementara Utrecht berupaya mengumpulkan poin penting untuk mengamankan posisi mereka di klasemen akhir. Kedua tim kini fokus pada persiapan melawan lawan berikutnya dalam agenda Eredivisie minggu ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.