Media Kampung – Lionel Messi menorehkan sejarah baru dalam sejarah hattrick Piala Dunia saat membawa Argentina menang 3-0 atas Aljazair pada laga pembuka Piala Dunia 2026, 16 Juni 2026. Tiga gol yang dicetak Messi tidak hanya mengukuhkan namanya sebagai pemain tertua pencetak hattrick di turnamen ini, tetapi juga menyaingi rekor Cristiano Ronaldo dan menyamai catatan 16 gol Piala Dunia milik Miroslav Klose.

Dengan hattrick tersebut, total hattrick dalam sejarah Piala Dunia resmi bertambah menjadi 55 kali. Messi kini menjadi pemain tertua yang mencetak tiga gol dalam satu pertandingan Piala Dunia, melewati rekor yang sebelumnya dipegang Cristiano Ronaldo. Gol ketiganya juga menjadi gol ke-200 bersama tim nasional Argentina sekaligus menyamai rekor gol terbanyak Klose di Piala Dunia.

Rekor Hattrick Unik Sepanjang Sejarah

Sejak Piala Dunia pertama, berbagai catatan menarik terukir dari para pencetak hattrick. Oleg Salenko dari Rusia masih memegang rekor sebagai satu-satunya pemain yang mencetak lima gol dalam satu laga, saat menghancurkan Kamerun 6-1 pada Piala Dunia 1994. Sementara itu, hattrick tercepat dalam sejarah dimiliki oleh Laszlo Kiss dari Hungaria, yang mencetak tiga gol hanya dalam waktu 7 menit 42 detik kontra El Salvador pada 1982.

Pele dari Brasil tetap menjadi pemain termuda yang mencetak hattrick di Piala Dunia, tepatnya saat semifinal 1958 melawan Prancis. Usianya saat itu masih di bawah 18 tahun. Rekor lain yang sulit dipecahkan adalah milik Gabriel Batistuta, yang mencetak hattrick pada tanggal yang sama (21 Juni) di dua edisi berbeda: 1994 melawan Yunani dan 1998 melawan Jamaika.

Kutukan Hattrick dan Final yang Bersejarah

Mencetak tiga gol tidak selalu berbuah kemenangan. Tiga pemain harus menelan kekalahan meski mencetak hattrick, termasuk Ernst Wilimowski saat Polandia kalah 5-6 dari Brasil pada 1938, dan Kylian Mbappe pada final 2022 yang kalah adu penalti dari Argentina setelah skor imbang 3-3. Hanya dua pemain yang pernah mencetak hattrick di final Piala Dunia: Geoff Hurst (1966) dan Kylian Mbappe (2022).

Edisi 1958 Swedia menjadi tahun paling subur dengan delapan hattrick, sedangkan edisi 2006 Jerman menjadi satu-satunya turnamen tanpa satu pun hattrick. Dengan tambahan hattrick Messi, Piala Dunia 2026 langsung mencatatkan sejarah di laga perdananya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.