Media Kampung – Liburan dengan mobil atau road trip ternyata membawa manfaat ilmiah bagi kesehatan mental, mulai dari detoks digital hingga pembentukan jalur saraf baru di otak. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Susan Albers, psikolog klinis dari Cleveland Clinic, dalam sebuah wawancara baru-baru ini.
Menurut Albers, road trip merupakan salah satu cara terbaik untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada perangkat digital. “Road trip adalah detoks digital yang hebat,” katanya. “Kita menghabiskan banyak waktu menatap ponsel, membaca email, dan menggulir media sosial. Namun, road trip mengalihkan pikiran dari teknologi ke masa kini.”
Selain itu, perjalanan darat juga memicu pelepasan hormon “bahagia” seperti oksitosin dan dopamin. Perencanaan rute bersama orang lain, menjelajahi tempat baru, dan menghadapi kendala perjalanan bersama mempercepat ikatan emosional. Oksitosin membantu menurunkan tingkat stres dan memperlambat detak jantung, sementara dopamin meningkatkan perasaan bahagia dan motivasi.
Albers menjelaskan bahwa pengalaman baru selama road trip juga merangsang neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk berubah dan membentuk jalur saraf baru. “Pengalaman baru akan lebih dalam terekam di otak dan mengaktifkan hipokampus, pusat memori otak,” ujarnya. “Inilah sebabnya kenangan dari beberapa perjalanan bisa begitu jelas dan bertahan selama bertahun-tahun.”
Untuk menjaga tingkat stres tetap rendah selama perjalanan, Albers menyarankan untuk cukup tidur, tetap terhidrasi, dan makan teratur. Ia juga merekomendasikan membawa camilan dan air di dalam mobil, serta merencanakan tempat makan sebelumnya untuk menghindari rasa lapar yang bisa memicu suasana hati buruk.
Bagi yang mudah cemas, membuat rencana untuk hal-hal yang biasanya memicu stres sangat membantu. “Otak Anda lebih tenang dan nyaman ketika sudah siap,” kata Albers. Selain itu, menyempatkan diri untuk meregangkan kaki di alam terbuka selama 15 menit dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi hormon kortisol, dan memperlambat detak jantung.
Setelah kembali dari road trip, Albers menyarankan untuk memberikan waktu transisi sebelum kembali ke rutinitas normal. Menulis jurnal, membuat album foto, dan berbagi cerita dengan orang lain dapat memperpanjang efek positif liburan.
Dibandingkan dengan liburan lain, road trip memberikan kendali dan fleksibilitas lebih besar. “Fleksibilitas seperti ini dapat membuat pengalaman perjalanan Anda jauh lebih positif dan tidak terlalu stres,” pungkas Albers.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan