Media Kampung – Gianni Infantino, Presiden FIFA, dipastikan akan menjabat untuk periode keempat setelah mendapatkan dukungan dari lebih dari 200 dari 211 asosiasi anggota. Kepastian ini muncul di tengah berbagai kontroversi yang mewarnai penyelenggaraan Piala Dunia 2026, termasuk tekanan politik dari Gedung Putih yang memengaruhi keputusan FIFA.
Infantino, yang telah memimpin FIFA sejak 2016, tidak memiliki pesaing dalam pemilihan yang dijadwalkan pada Maret 2027. Beberapa federasi Eropa, terutama Jerman, masih menahan diri untuk memberikan dukungan, namun hasil pemilihan dipandang sudah tidak diragukan lagi.
Kontroversi Seputar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada diwarnai sejumlah insiden yang memicu kritik. Salah satunya adalah keputusan FIFA untuk mencabut skorsing kartu merah pemain Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah adanya tekanan dari Gedung Putih. Langkah ini dikecam oleh UEFA sebagai “tidak pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan”.
Selain itu, final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli 2026, menjadi sorotan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump hadir dan memberikan trofi kepada kapten Spanyol, namun ia menolak meninggalkan panggung setelah seremoni. Insiden ini menyebabkan Spanyol dan FIFA harus memotong Trump dari foto-foto resmi perayaan kemenangan.
Video yang beredar juga menunjukkan bek Argentina, Cristian Romero, tampak tidak menyalami Trump saat menerima medali perak. Momen ini memicu perdebatan di media sosial, meskipun belum ada konfirmasi apakah Romero sengaja menghindari jabat tangan.
Dukungan untuk Infantino
Meskipun kontroversi, dukungan untuk Infantino tetap kuat. Banyak asosiasi anggota yang menyatakan dukungan awal, meskipun ada laporan bahwa FIFA memberikan tekanan agar mereka segera mendeklarasikan dukungan. Langkah ini dinilai melanggar kode etik FIFA sendiri.
Infantino dipandang berhasil meningkatkan pendapatan FIFA dan memperluas turnamen, namun kritik terhadap transparansi dan tata kelola organisasi terus berlanjut. Periode keempatnya akan berlangsung hingga 2031.














Tinggalkan Balasan