Media Kampung – Kabupaten Pandeglang, Banten, tengah menghadapi situasi memprihatinkan terkait maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Psikolog asal daerah itu, Rika Kartika Sari, yang juga anggota Komisi III DPRD Banten, menyebut fenomena ini sebagai bentuk degradasi moral yang serius. Sejumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak, termasuk yang dilakukan oleh ayah kandung, menjadi perhatian utama.

Menurut Rika, tren kasus kekerasan seksual pada tahun 2026 menunjukkan peningkatan pelaku dari kalangan anggota keluarga, terutama ayah kandung. Salah satu contoh terjadi di Kecamatan Jiput, di mana dua anak menjadi korban dan ayah kandung menjadi pelaku. Bahkan pada Mei lalu, ada korban yang melahirkan akibat kekerasan yang dialaminya. Rika menegaskan bahwa ayah yang seharusnya menjadi pelindung justru berubah menjadi sosok berbahaya bagi anaknya sendiri.

Perlunya Keterlibatan Berbagai Pihak

Untuk mencegah kasus serupa terulang, Rika menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pola pengasuhan yang tepat, terutama saat anak perempuan mulai beranjak dewasa. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan segera membentuk lembaga khusus seperti Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang bertugas mengedukasi keluarga tentang cara menciptakan lingkungan rumah tangga yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak. Saat ini, Puspaga belum terbentuk di Kabupaten Pandeglang, meskipun pembahasannya sudah dilakukan di dinas terkait.

Perspektif Psikologis dan Gangguan Mental

Dari sudut pandang psikologis, Rika menilai tindakan ayah kandung yang melakukan kekerasan seksual terhadap anaknya merupakan perbuatan keji dan dapat mengindikasikan adanya gangguan mental. Dalam waktu dekat, pihaknya bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) akan turun langsung ke lokasi untuk memberikan pendampingan kepada korban dan keluarganya.

Pentingnya Keterbukaan Komunikasi dalam Keluarga

Rika juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang aman melalui keterbukaan komunikasi antara orang tua dan anak. Orang tua harus menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk bercerita. Namun, ia mengamati banyak orang tua yang kurang meluangkan waktu bersama anak karena sibuk dengan media sosial dan telepon genggam. Akibatnya, anak enggan bercerita jika mengalami masalah. Quality time bersama anak sangat berpengaruh dalam mencegah dan mendeteksi dini kekerasan.

Dengan berbagai upaya yang direncanakan, diharapkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Pandeglang dapat menurun, dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya perlindungan keluarga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.