Media Kampung – Ribuan sepeda motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) yang dipersiapkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terbengkalai di sebuah gudang di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hingga pertengahan 2026. Motor-motor tersebut tidak kunjung digunakan setelah pengadaannya terseret dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG yang diusut Kejaksaan Agung (Kejagung).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, memastikan pihaknya tidak akan menyita seluruh unit motor listrik tersebut. Menurutnya, penyidik hanya membutuhkan barang bukti terkait proses pengadaan, bukan fisik kendaraan secara keseluruhan. “Tidak harus semua menjadi barang bukti. Apalagi ini merupakan pelayanan, kami tidak akan melakukan penyitaan terhadap seluruh barang bukti sepeda motor,” ujar Syarief dalam konferensi pers, Jumat (12/6/2026).

Gudang penyimpanan motor listrik di Sentul pun tidak disegel oleh penyidik, sehingga tetap beroperasi normal. Syarief menambahkan bahwa timnya justru mendorong agar motor-motor tersebut dapat disalurkan untuk kepentingan pelayanan publik. Sebanyak 21 ribu unit motor listrik merek EMMO tersebut sebelumnya direncanakan untuk mendukung distribusi program MBG ke daerah-daerah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.

Kasus ini bermula dari pengadaan motor listrik senilai Rp1 triliun oleh BGN yang diduga sarat mark up. Kejagung menetapkan lima tersangka, termasuk mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono. Andri diduga memenangkan tender tanpa memiliki dealer atau bengkel yang memenuhi syarat. Ia bekerja sama dengan pihak lain untuk mengakuisisi perusahaan agar bisa memenangkan proyek.

Saat awal program digulirkan pada April 2026, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan bahwa motor listrik diperlukan untuk menjangkau desa-desa terpencil. Namun, dua bulan kemudian, pengadaan tersebut dihentikan dan tiga pimpinan BGN ditetapkan sebagai tersangka. Kini, ribuan motor masih terparkir di bawah terik matahari, menunggu kepastian nasib.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.