Media Kampung – Polisi dari Polda Papua menurunkan tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satbrimob untuk melakukan sterilisasi di lokasi ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Aparat keamanan masih menutup total area ring satu di sekitar pusat ledakan karena potensi bahaya dari bahan peledak aktif masih sangat tinggi. Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menegaskan bahwa langkah sterilisasi ketat ini dilakukan demi keselamatan warga sekitar.
Dalam proses penyisiran, tim Jibom berhasil menemukan dan mengamankan sejumlah bahan peledak berbahaya, termasuk dua proyektil yang telah diambil amunisinya, dua granat nanas, dan satu granat manggis yang sudah di-disposal. Pada Rabu (3/6/2026), tim kembali menemukan dua granat aktif yang telah dimodifikasi dan langsung dimusnahkan di tempat demi keamanan.
Selain penemuan bahan peledak, tim SAR gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, dan BPBD juga memperluas pencarian tiga korban yang dilaporkan hilang akibat ledakan tersebut. Radius pencarian diperluas hingga satu kilometer dari titik ledakan. Hingga saat ini, enam orang telah meninggal dunia dan sembilan rumah mengalami kerusakan akibat ledakan bom yang terjadi pada Minggu (31/5).
Tim SAR juga menemukan sejumlah potongan tubuh korban di sekitar lokasi ledakan. Pada Rabu (3/6), lima potongan tubuh kembali ditemukan di area ring dua yang meliputi wilayah pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian.
Proses identifikasi terhadap potongan tubuh korban dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua di kamar jenazah RSUD Biak. Total potongan tubuh yang berhasil dievakuasi sampai saat ini berjumlah 18 potongan.
Area ring satu atau titik pusat ledakan masih belum dapat dilakukan pencarian secara maksimal karena sterilisasi oleh tim Jibom masih berlangsung dan kawasan tersebut dinyatakan belum aman. Tim Puslabfor Polda Papua juga telah bergabung untuk melakukan investigasi di lokasi ledakan guna mengungkap penyebab dan kronologi ledakan.
Masyarakat setempat juga turut proaktif menyerahkan sejumlah senjata sisa perang yang ditemukan di sekitar pemukiman, membantu pihak berwenang dalam proses sterilisasi dan pengamanan lokasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan