Media Kampung – China telah melaksanakan eksekusi terhadap Xu Yao, seorang pria yang terbukti membunuh bos miliarder perusahaan video game Yoozoo Games dengan meracuni menggunakan pil probiotik palsu yang mengandung merkuri sangat beracun.
Korban adalah Lin Qi, pendiri Yoozoo Games yang juga dikenal sebagai sosok di balik pengembangan game Game of Thrones: Winter is Coming serta pengelolaan hak cipta film dan serial TV dari seri fiksi ilmiah Remembrance of Earth’s Past, yang lebih dikenal internasional sebagai 3 Body Problem.
Lin Qi sendiri tercatat sebagai produser eksekutif dalam musim pertama adaptasi serial 3 Body Problem yang tayang di Netflix pada tahun 2024 dan dipimpin oleh mantan showrunner Game of Thrones, David Benioff dan D. B. Weiss.
Awalnya, Lin menempatkan Xu sebagai manajer hak franchise 3 Body Problem. Namun hubungan keduanya memburuk hingga Xu digantikan dari posisi tersebut. Setelahnya, Xu mulai memberikan pil probiotik beracun kepada Lin, yang juga dikonsumsi oleh istri Lin.
Meski istri Lin berhasil selamat, Lin meninggal dunia di rumah sakit pada Desember 2020 dengan kondisi yang sudah diketahui akibat keracunan. Polisi kemudian melakukan penyelidikan yang mengarah pada Xu sebagai pelaku.
Xu akhirnya ditangkap dan menjalani proses pengadilan yang berlangsung hingga tahun 2024 dengan vonis hukuman mati. Eksekusi terhadap Xu telah dilaksanakan minggu lalu sebagai bentuk penegakan hukum yang tegas.
Perusahaan Yoozoo Games menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Lin Qi melalui sebuah pernyataan resmi. Mereka juga mengapresiasi proses peradilan yang berjalan adil dan menyatakan bahwa keadilan akhirnya ditegakkan.
Serial 3 Body Problem versi Netflix sendiri sudah mengantongi izin untuk melanjutkan musim kedua yang akan tayang pada tahun ini, serta musim ketiga sebagai penutup cerita yang telah direncanakan.
Kasus ini menyoroti konflik internal yang tragis dalam industri hiburan dan teknologi China, khususnya di balik layar karya besar yang telah dikenal luas secara global.
Dengan berakhirnya proses hukum ini, masyarakat dan industri berharap dapat menjaga integritas dan keamanan dalam kolaborasi bisnis ke depan tanpa insiden serupa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan