Media Kampung – Sebuah demonstrasi yang berujung ricuh terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bollangi, Gowa, Sulawesi Selatan, pada Senin, 26 Mei 2026. Kepala Lapas Bollangi, Gunawan, mengungkapkan bahwa dalam aksi yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Pemerhati Hukum (AMPH) tersebut, delapan orang diduga sebagai provokator telah diamankan, termasuk dua orang yang hasil pemeriksaannya positif narkoba.
Demonstrasi yang diikuti sekitar 40 massa aksi itu berlangsung tanpa izin resmi dari kepolisian, baik Polres Gowa maupun Polsek Bontomarannu. Kericuhan bermula ketika massa melakukan aksi di area Lapas Bollangi dengan berbagai tindakan anarkis, seperti menabrakkan sepeda motor ke pintu ruang pengamanan utama (P2U) dan melempari sejumlah fasilitas lapas yang menyebabkan kerusakan. Bahkan, demonstran dikabarkan sempat membakar ban di lokasi aksi.
Lebih jauh, Gunawan menyatakan bahwa para pengunjuk rasa juga membawa senjata tajam seperti badik dan busur panah. Hal ini menimbulkan keresahan dan ketakutan di kalangan masyarakat sekitar lapas. Kondisi tersebut memaksa pihak Lapas untuk berkoordinasi dengan Polsek Bontomarannu dan Koramil 1409-03 agar dapat mengamankan situasi.
“Delapan orang provokator langsung diamankan dan dilakukan penggeledahan beserta pemeriksaan, dua di antaranya positif narkoba,” ujar Gunawan kepada Media Kampung pada Selasa malam. Penindakan ini dilakukan guna mengantisipasi meluasnya kericuhan dan menjaga keamanan lingkungan lapas serta masyarakat sekitar.
Demonstrasi ini merupakan respons atas sorotan AMPH mengenai dugaan peredaran narkoba di dalam Lapas Bollangi. Namun, tindakan anarkis dan provokatif oleh sebagian massa aksi justru memperkeruh suasana dan menimbulkan kekhawatiran publik. Pihak Lapas menegaskan pentingnya penyampaian aspirasi melalui jalur hukum dan prosedur yang berlaku agar tidak merugikan pihak manapun.
Hingga kini, situasi di Lapas Bollangi mulai terkendali setelah penanganan bersama antara petugas lapas, kepolisian, dan militer setempat. Pengamanan ketat tetap diterapkan untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang. Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap para pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan dalam menyampaikan kritik terhadap institusi publik. Penanganan yang tegas terhadap tindakan provokatif dan penggunaan narkoba dalam konteks demonstrasi juga menjadi perhatian utama agar situasi tetap kondusif dan aspirasi masyarakat tersalurkan secara efektif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan