Media Kampung – Veteran pengisi suara video game Elias Toufexis menanggapi kritik keras yang diterima oleh gim Marathon setelah Bungie memutuskan untuk mengutamakan pengembangan Marathon dibandingkan Destiny 2. Toufexis, yang menjadi suara karakter Assassin dalam Marathon, menilai sebagian besar kebencian yang beredar di media sosial tidak berdasar dan hanya didorong oleh keinginan untuk membenci.
Keputusan Bungie menghentikan dukungan untuk Destiny 2 demi fokus pada Marathon memicu reaksi negatif dari penggemar Destiny 2. Dalam wawancara dengan media internasional, Toufexis menyampaikan bahwa ia memahami kekecewaan penggemar yang merasa Destiny 2 ditinggalkan, namun menegaskan bahwa orang yang tidak suka dengan Marathon sebaiknya tidak memaksakan diri untuk memainkan gim tersebut. “Kalau tidak suka Marathon, tidak masalah, jangan main saja. Suarakan pendapatmu dengan memilih untuk tidak membeli,” ujarnya.
Meski mengakui kritik terhadap gim dan kinerjanya sah-sah saja, Toufexis menolak keras pola kritik yang berubah menjadi kebencian dan penyebaran meme negatif secara terus-menerus. Ia mencontohkan meme-meme yang membandingkan Marathon dengan kegagalan besar lain seperti Concord, sebuah gim layanan langsung yang gagal di pasaran dan segera dihentikan. “Kenapa harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk melakukan itu? Bagaimana bisa berharap sesuatu gagal?” katanya.
Selain itu, Toufexis juga menampik tuduhan bahwa Marathon dipenuhi dengan ideologi ‘woke’ atau DEI (diversity, equity, inclusion). Ia mengungkapkan bahwa dalam proses produksi gim tersebut, tim yang ia kerjakan justru terdiri dari berbagai latar belakang yang sederhana, bukan seperti yang digambarkan oleh para pengkritik. “Saya bahkan sempat berpikir untuk berhenti menanggapi komentar di media sosial, karena banyak yang mengatakan Bungie akan gagal karena ideologi tersebut, padahal kenyataannya saya bekerja dengan tim yang sangat beragam,” jelasnya.
Kritik keras terhadap Marathon juga muncul di platform seperti Steam, di mana para penggemar Destiny 2 yang kecewa meninggalkan ulasan negatif. Namun, ada pula upaya dari komunitas lain untuk membalas dengan kampanye ulasan positif agar mendukung Marathon. Selain itu, sebuah petisi daring yang menuntut pengembangan Destiny 3 telah mengumpulkan lebih dari 200.000 tanda tangan, meskipun belum ada kepastian mengenai kelanjutan franchise Destiny.
Keputusan Bungie untuk menghentikan update konten Destiny 2 secara permanen dan memfokuskan sumber daya pada pengembangan mode PvE di Marathon menandai babak baru bagi studio tersebut. Namun, kekhawatiran terkait masa depan Bungie, termasuk isu PHK dan perubahan strategi korporat, masih menjadi perhatian di kalangan penggemar dan industri game secara umum.
Dengan segala dinamika yang terjadi, Elias Toufexis mengajak publik untuk lebih bijak dalam memberikan kritik, menghindari kebencian yang tidak konstruktif, dan memahami bahwa hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dalam hal-hal negatif seperti membenci secara tanpa alasan. Pernyataan tersebut menjadi pengingat penting di tengah ketegangan yang masih berlangsung di komunitas game saat ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan