Media Kampung – Destiny 2 resmi mencapai akhir perjalanannya. Update terakhir telah dirilis, dan para pemain ditinggalkan dengan pertanyaan tentang bagaimana game live service yang pernah menjadi raja ini berakhir dengan cara yang memalukan. Bahkan, para pesaing Destiny pun bingung dengan keputusan Sony untuk menarik dukungan, meskipun beberapa menilai Sony bukanlah satu-satunya pihak yang bersalah.

Pemain Bukan Pelaku Utama

Jika ada yang patut disalahkan selain manajemen Bungie—yang secara konsisten dinilai kurang baik—satu hal yang pasti: bukan para pemain Destiny. Keyakinan ini datang dari komunitas lead Bungie, Dylan Gafner, yang lebih dikenal sebagai dmg04. Ia menanggapi seorang streamer Destiny 2 yang bertanya apakah mereka sudah “cukup berusaha membantu situasi” dan apakah masih ada yang bisa mereka lakukan.

“Kalian semua telah melakukan lebih banyak untuk game ini dan studio kami daripada yang bisa dibayangkan, dan tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan betapa beruntungnya kami bisa berbagi dunia ini dengan kalian,” tulis Gafner di media sosial. “Jangan menyalahkan diri sendiri atau berpikir kalian seharusnya bisa melakukan lebih banyak. Ini hanya cara hidup terkadang.”

Hubungan yang Kompleks

Hubungan antara Bungie dan sebagian pemain Destiny 2 memang tidak selalu mulus. Bungie kerap melakukan kesalahan dalam berbagai aspek Destiny 2 selama bertahun-tahun, dan reaksi dari sebagian komunitas bisa melampaui batas. Pada 2022, Gafner menulis di Reddit bahwa pelecehan dan ancaman terus-menerus terhadap karyawan Bungie mengakibatkan “pengurangan komunikasi saat tim merencanakan strategi perlindungan di masa depan.” Hal ini akhirnya mendorong pembuatan akun media sosial anonim untuk tim Destiny 2.

Pada 2023, setelah memenangkan tuntutan hukum senilai $500.000 terhadap pemain yang sangat abusive, Bungie memperingatkan bahwa pengembang Destiny 2 masih dilecehkan oleh anggota komunitas hanya karena mereka bekerja di studio tersebut.

Mayoritas Pemain Tetap Mendukung

Namun, seperti banyak hal dalam hidup, kebisingan terburuk berasal dari sebagian kecil pemain. Mayoritas pemain, meskipun kadang tidak puas dengan satu aspek Destiny 2 atau lainnya, menyalurkan frustrasi mereka melalui rasa hormat, penghargaan, dan cinta. Meskipun ada masa-masa sulit, hal itulah yang kini dirasakan Gafner.

“Tidak peduli masa depan, kita akan selalu memiliki kenangan ini,” tutup Gafner. “Terima kasih. Untuk semuanya.”

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.