Media Kampung – Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap keterlibatan mantan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Barat, Ajun Komisaris Polisi Deky Jonathan Sasiang, dalam jaringan bandar sabu besar di Kalimantan Timur.
Kasus ini bermula dari pengembangan penyidikan sindikat narkoba di Kutai Barat yang sebelumnya diungkap oleh Polsek Melak. Dalam prosesnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim menemukan fakta baru mengenai peran AKP Deky yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut. “Penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mendapatkan fakta baru terkait keterlibatan AKP Deky Jonathan Sasiang,” ujar Brigjen Pol Eko Hadi Santoso pada Rabu, 13 Mei 2026.
Setelah temuan tersebut, Bareskrim mengambil alih sepenuhnya penanganan kasus yang melibatkan bandar narkoba bernama Ishak dan kelompoknya. Polisi pun memburu kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam sindikat ini. Meski sudah mengungkap dugaan keterlibatan mantan pejabat kepolisian, Bareskrim belum mengungkap secara rinci peran AKP Deky dalam jaringan tersebut karena penyidikan masih berlangsung untuk mendalami hubungan dan aliran peran antara Deky dengan para bandar.
Saat ini, AKP Deky telah menjalani penempatan khusus dan sedang diperiksa secara intensif oleh Propam Polda Kalimantan Timur. Kasus ini bermula dari penggerebekan di sebuah rumah kontrakan di Jalan KH Dewantara, Melak Ulu, Kutai Barat, pada Februari 2026. Dari lokasi tersebut, aparat menangkap empat tersangka diduga anggota sindikat narkoba Ishak.
Dalam penggerebekan itu, polisi menyita puluhan paket sabu siap edar dengan berat total 233,68 gram, uang tunai lebih dari Rp54 juta, delapan timbangan digital, buku catatan transaksi, hingga alat hisap sabu. Selain itu, ditemukan barang berharga yang diduga dijadikan jaminan untuk memperoleh narkotika, seperti drone, laptop, dua sertifikat tanah, senapan angin PCP, dan senjata tajam jenis badik.
Penanganan kasus ini menjadi perhatian serius dari Bareskrim Polri karena melibatkan oknum aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan narkoba. Penyidik terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain untuk mengurai jaringan lebih luas dan menindak tegas seluruh pelaku yang terlibat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan