Media Kampung – Tim penyelam dari Basarnas Special Group (BSG), TNI AL, dan Potensi SAR telah berhasil mengevakuasi 14 korban dari KM Virgo yang tenggelam di perairan Laut Jawa pada 29 September 2026. Pengangkatan bangkai kapal tersebut ditargetkan dilaksanakan oleh PT Virgo Karya Shipping pada bulan ini, setelah adanya komunikasi intensif dengan pihak asuransi internasional.
Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping, Simson Fransiscus Rihi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah untuk mempercepat proses pengangkatan kapal. “Kami terus berupaya untuk melengkapi data yang dibutuhkan oleh penanggung jawab asuransi internasional, dan diharapkan penandatanganan kontrak pelaksana salvage dapat dilakukan dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.
Dalam operasi pencarian yang telah berlangsung selama 21 hari, Basarnas melaporkan bahwa 188 orang telah ditemukan, dengan 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia. Saat ini, masih ada 55 korban yang dalam proses pencarian dari total 243 orang yang terdaftar dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menyatakan bahwa Menteri Perhubungan telah memberikan teguran kepada PT Virgo agar segera melakukan pengangkatan kapal, mengingat masih banyak korban yang terjebak. “Kementerian Perhubungan hanya bisa menegur, tetapi pelaksanaan salvage sangat tergantung pada pihak asuransi,” tambahnya.
Basarnas menegaskan operasi pencarian akan tetap dilanjutkan hingga semua korban ditemukan. Fokus pencarian saat ini terletak di tiga wilayah, yaitu Banjarmasin, Palangka Raya, dan Pontianak. Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menekankan pentingnya upaya pencarian serta evakuasi bagi keluarga korban yang masih menunggu kepastian.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan dan Basarnas, diharapkan proses pengangkatan KM Virgo dapat segera terlaksana dan memberikan kejelasan bagi keluarga korban yang masih hilang.














