Media Kampung – 13 April 2026 | Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo kembali menjadi sorotan publik setelah terungkap ia membeli sepatu Louis Vuitton senilai lebih dari Rp20 juta menggunakan uang hasil pemerasan terhadap 16 OPD daerah.
Kementerian Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa Gatut menuntut setoran Rp5 miliar dari perangkat daerah dan berhasil mengumpulkan sekitar Rp2,7 miliar, yang sebagian besar diduga dialokasikan untuk kepentingan pribadi seperti pembelian sepatu bermerek, biaya pengobatan, jamuan makan, dan keperluan lain.
Video yang diunggah di akun Instagram pribadi Gatut pada 24 Maret 2026 memperlihatkan ia mengenakan setelan putih, celana hitan, peci hitam, serta sepatu berlogo LV saat menyerahkan bantuan sembako kepada warga lansia dalam acara open house dan halal bihalal di rumahnya, Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Tulungagung.
Brigjen Asep Guntur Rahayu, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, menyatakan dalam konferensi pers 11 April 2026 bahwa barang bukti yang diamankan meliputi uang tunai senilai Rp335 juta serta empat pasang sepatu mewah, termasuk dua pasang Louis Vuitton, yang masing‑masing bernilai puluhan juta rupiah.
Selain sepatu, penyidik menemukan dalam penggeledahan rumah Gatut sejumlah aset lain, antara lain tujuh truk lama yang total nilainya sekitar Rp232,5 juta dan sebuah mobil pick‑up L300, namun nilai satu mobil Vellfire premium yang dimiliki Gatut mencapai kira‑kira Rp800 juta, mengungguli nilai seluruh truk secara signifikan.
Gatut Sunu dan ajudannya Dwi Yoga Ambal resmi ditetapkan sebagai tersangka korupsi dan kini berada dalam tahanan KPK; penyidik diberikan waktu 24 jam untuk menentukan status penahanan terhadap 16 orang yang terlibat dalam operasi tangkap tangan.
Reaksi publik di Tulungagung dan media sosial menyoroti ketimpangan antara jabatan publik dan gaya hidup mewah yang ditunjukkan pejabat, menuntut proses hukum yang transparan dan pemulihan dana hasil korupsi untuk kepentingan masyarakat.
Hingga saat ini, penyelidikan KPK masih berlangsung, dengan fokus pada alur dana pemerasan dan upaya mengembalikan kerugian negara, sementara Gatut Sunu belum menyampaikan pembelaan resmi terkait tuduhan pembelian sepatu mewah dari uang hasil pemerasan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan