Media Kampung, Belakangan ini, istilah cortisol face ramai diperbincangkan di media sosial, terutama TikTok dan Instagram. Banyak konten mengaitkan perubahan bentuk wajah yang tampak lebih bulat atau sembap dengan tingginya kadar hormon kortisol akibat stres. Namun, benarkah demikian?
Menurut laman Alodokter.com, cortisol face bukanlah istilah medis resmi. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan wajah yang tampak lebih bulat, sembap, atau bengkak yang diduga disebabkan oleh kadar kortisol tinggi. Dalam dunia medis, perubahan bentuk wajah memang bisa terjadi pada kondisi tertentu yang menyebabkan kadar kortisol sangat tinggi, seperti sindrom Cushing atau penggunaan obat kortikosteroid dosis tinggi jangka panjang. Pada kondisi tersebut, penderitanya dapat mengalami moon face, penumpukan lemak di leher dan punggung atas, serta perubahan berat badan.
Namun, pada orang sehat yang hanya mengalami stres sehari-hari, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa stres ringan atau sedang secara langsung menyebabkan wajah berubah menjadi bulat seperti yang banyak diklaim di media sosial. Jika seseorang merasa wajahnya terlihat lebih sembap saat stres, penyebabnya belum tentu karena kortisol secara langsung. Beberapa faktor lain yang lebih mungkin berperan antara lain:
- Kurang tidur, yang menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan.
- Konsumsi makanan tinggi garam, sehingga terjadi retensi cairan.
- Dehidrasi.
- Kenaikan berat badan.
- Perubahan hormonal.
- Kurangnya aktivitas fisik.
Stres memang dapat memengaruhi pola hidup seseorang. Ketika sedang banyak tekanan, seseorang cenderung tidur lebih larut, mengonsumsi makanan tinggi gula atau garam, serta jarang berolahraga. Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat membuat wajah tampak lebih sembap.
Istilah cortisol face lebih banyak dikenal sebagai fenomena media sosial daripada diagnosis medis. Memang benar bahwa kadar kortisol yang sangat tinggi akibat kondisi medis tertentu dapat menyebabkan perubahan bentuk wajah. Namun, stres sehari-hari tidak serta-merta membuat wajah menjadi bulat atau bengkak seperti yang banyak diklaim. Alih-alih khawatir dengan tren yang beredar di internet, langkah terbaik adalah menerapkan gaya hidup sehat, mengelola stres dengan baik, serta berkonsultasi dengan tenaga medis apabila mengalami perubahan fisik yang tidak biasa.





















Tinggalkan Balasan