Media Kampung – Sebanyak 51.300 balita di Kabupaten Tangerang tercatat mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode Januari hingga Mei 2026. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menunjukkan rata-rata lebih dari 10 ribu kasus ditemukan setiap bulan di wilayah yang memiliki 29 kecamatan tersebut.
Lonjakan kasus tertinggi terjadi pada Februari 2026 dengan jumlah 11.092 balita terpapar ISPA. Sementara pada Januari tercatat 10.381 kasus, Maret 8.910 kasus, April 10.657 kasus, dan Mei 10.260 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengungkapkan bahwa total kasus ISPA pada balita sepanjang lima bulan pertama tahun 2026 mencapai 51.300 kasus. Menurutnya, tingginya angka ISPA dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari menurunnya daya tahan tubuh anak, infeksi virus, hingga kondisi lingkungan yang kurang sehat.
Selain itu, kualitas udara yang menurun juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya gangguan pernapasan pada balita. “Pencemaran udara juga termasuk salah satu yang menyebabkan ISPA,” katanya.
Hendra menjelaskan bahwa kasus ISPA pada balita tidak terkonsentrasi di wilayah tertentu. Sebaran kasus ditemukan hampir merata di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang. “Merata di setiap daerah, tidak ada yang lebih banyak secara signifikan karena ini adalah penyakit yang ditemukan di setiap daerah,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan