Media Kampung – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi perlindungan kulit bayi dari sinar matahari, terutama terkait penggunaan sunscreen. Menurut IDAI, sunscreen boleh digunakan pada bayi usia di atas 6 bulan dengan kriteria tertentu. Rekomendasi IDAI tentang perlindungan kulit bayi dari sinar matahari menekankan penggunaan physical sunscreen yang mengandung Titanium dioxide atau Zinc oxide, karena bahan ini memantulkan sinar UVA dan UVB, bukan menyerapnya. Sunscreen yang ideal harus memiliki minimal SPF 30, berlabel broad spectrum, dan bersifat waterproof.

Kulit bayi baru lahir memiliki lapisan pelindung yang masih berkembang, sehingga lebih rentan terhadap kemerahan, kulit kering, iritasi, dan sensitivitas terhadap sinar UV. Paparan sinar matahari memang membantu pembentukan vitamin D, tetapi sinar UV tetap berisiko jika berlebihan. Untuk bayi di bawah 6 bulan, IDAI menyarankan perlindungan utama berupa menghindari paparan langsung sinar matahari, menggunakan pakaian tertutup, dan berteduh.

Cara mudah melindungi kulit bayi dari sinar matahari antara lain memilih waktu beraktivitas yang tepat, yaitu sebelum pukul 09.00 atau setelah pukul 15.00, serta menggunakan pelindung fisik seperti topi lebar, pakaian lengan panjang, dan stroller dengan penutup. Jika bayi sudah berusia lebih dari 6 bulan dan sering diajak keluar, penggunaan sunscreen menjadi langkah tambahan yang penting. Oleskan sunscreen 15–20 menit sebelum keluar rumah dan ulangi jika diperlukan, terutama setelah berkeringat atau terkena air.

Salah satu produk yang sesuai dengan rekomendasi IDAI adalah Loluna Baby Sunscreen Face and Body. Produk ini mengandung Titanium dioxide sebagai physical sunscreen dengan SPF 50 PA, serta dilengkapi Pollustop Technology untuk melindungi dari polusi. Keunggulannya meliputi 5X Ceramide untuk menjaga skin barrier, hypoallergenic, bebas SLS, paraben, dan alkohol, bersertifikat halal dan BPOM, serta tekstur cepat menyerap dan tidak lengket.

Menjemur bayi memang kebiasaan umum di Indonesia, namun seiring bertambahnya usia, perlindungan kulit bayi dari sinar matahari perlu dilakukan lebih terencana. Dengan mengikuti rekomendasi IDAI, orang tua dapat memastikan kulit bayi tetap terlindungi saat beraktivitas di luar ruangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.