Media Kampung – Pernah merasa ingin menyantap camilan manis tiba-tiba saat malam hari? Fenomena ini dikenal sebagai ‘midnight craving‘ dan tidak selalu menandakan tubuh sedang lapar atau kekurangan energi.

Midnight craving terjadi karena pelepasan hormon dopamin di otak yang mengatur pusat kesenangan. Hormon ini mendorong dorongan kuat untuk mencari makanan tinggi gula, garam, dan lemak pada malam hari.

Dopamin memberikan rasa puas dan memotivasi seseorang untuk mengulangi pengalaman yang menyenangkan, termasuk makan camilan manis. Otak menjadi sangat sensitif terhadap sinyal kepuasan saat malam hari, apalagi tubuh sedang lelah atau bosan.

Pola tidur yang tidak teratur menjadi salah satu pemicu utama munculnya craving di malam hari. Kurang tidur menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Kadar hormon yang memicu lapar melonjak tinggi, sementara hormon yang memberi sinyal kenyang menurun drastis. Hal ini melemahkan kontrol otak terhadap keinginan mengonsumsi makanan tinggi kalori.

Jika kebiasaan ngemil di malam hari terus berlangsung, ritme sirkadian tubuh bisa rusak dan risiko kenaikan berat badan meningkat secara cepat.

Untuk mengatasi midnight craving, penting membedakan antara lapar fisik dan lapar emosional. Lapar fisik muncul bertahap, sedangkan craving biasanya datang tiba-tiba dengan keinginan spesifik.

Coba alihkan perhatian dengan aktivitas ringan seperti membaca atau peregangan untuk mengurangi stres dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Jauhkan camilan tidak sehat dari jangkauan dan jaga pola tidur agar hormon pengontrol nafsu makan tetap seimbang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.