Media Kampung – Momen Iduladha yang identik dengan hidangan daging seperti sate, gulai, dan tengkleng, menjadi perhatian khusus dari ahli gizi. Dr. Tan Shot Yen, Ahli Gizi Masyarakat, mengingatkan agar masyarakat tidak mengonsumsi daging kurban secara berlebihan demi menjaga kesehatan tubuh.
Dr. Tan menyarankan agar dalam satu kali makan, porsi lauk berprotein dan karbohidrat cukup sebesar telapak tangan, serta harus dilengkapi dengan sayur dan buah. Ia juga menekankan agar masyarakat tidak kalap dalam mengonsumsi daging saat Iduladha.
Selain itu, pengolahan daging kurban sebaiknya tidak dilakukan sekaligus dalam jumlah besar. Daging sebaiknya dibagi untuk beberapa hari, misalnya dengan memasak gulai bersantan di hari pertama dan mengistirahatkan konsumsi daging di hari berikutnya, kemudian menyimpan sisanya di kulkas atau freezer untuk diolah lain waktu.
Dr. Tan juga menepis anggapan bahwa daging kambing penyebab utama tekanan darah tinggi. Ia menyebutkan bahwa hipertensi lebih sering dipicu oleh pola makan tidak terkontrol dan kebiasaan makan berlebihan, bukan oleh jenis daging tertentu. Penderita hipertensi tetap bisa menikmati hidangan daging asal tekanan darahnya terkontrol dan konsumsi dalam jumlah wajar.
Selain itu, ia mengingatkan untuk membatasi konsumsi jeroan dan bagian daging dengan lemak tinggi. Bagian daging tanpa banyak lemak lebih aman untuk dikonsumsi. Semua sayur dan buah baik dikonsumsi bersama daging untuk menjaga keseimbangan nutrisi.
Dr. Tan juga menekankan pentingnya berbagi daging kurban dengan orang lain yang membutuhkan, agar ibadah kurban menjadi lebih bermakna dan bermanfaat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan