Media Kampung – Bagi banyak orang, rasa terbakar di dada atau sensasi pahit di tenggorokan setelah makan merupakan tanda umum dari naiknya asam lambung. Kondisi ini dikenal sebagai Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) yang terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya otot sfingter esofagus bagian bawah.

Normalnya, otot ini berfungsi sebagai katup yang menutup rapat setelah makanan masuk ke lambung. Namun, jika otot ini gagal menutup dengan sempurna, asam lambung dapat naik kembali dan menyebabkan iritasi pada kerongkongan. Faktor lain yang dapat memperparah kondisi ini termasuk obesitas, kehamilan, hernia hiatus, dan kebiasaan merokok.

Penting bagi penderita asam lambung untuk memilih menu makanan yang aman dengan kadar keasaman rendah agar tidak memicu produksi asam berlebih. Memilih bahan makanan yang tepat dapat membantu menenangkan saluran pencernaan sekaligus mempercepat penyembuhan peradangan pada lambung dan kerongkongan.

Beberapa jenis makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi penderita asam lambung antara lain oatmeal yang kaya serat dan mampu menyerap asam lambung sehingga mengurangi refluks. Selain itu, jahe juga bermanfaat karena memiliki sifat antiinflamasi alami yang efektif meredakan nyeri ulu hati serta mual yang sering muncul bersamaan dengan naiknya asam lambung.

Buah-buahan seperti pisang dan melon yang termasuk kategori non-citrus juga dianjurkan karena memiliki pH yang lebih tinggi atau bersifat alkalin sehingga dapat menetralkan keasaman dalam perut. Sayuran hijau seperti brokoli, asparagus, kacang panjang, dan bayam juga aman dikonsumsi karena rendah lemak dan gula, sehingga tidak membebani lambung yang sensitif.

Untuk sumber protein, daging tanpa lemak seperti dada ayam tanpa kulit dan ikan yang diolah dengan cara direbus atau dipanggang menjadi pilihan terbaik agar tidak memperberat kerja lambung. Putih telur juga direkomendasikan sebagai sumber protein rendah lemak, namun konsumsi kuning telur perlu dibatasi karena kandungan lemaknya yang tinggi.

Dengan menerapkan pola makan yang memperhatikan jenis makanan yang aman bagi penderita asam lambung, risiko gejala naiknya asam lambung dapat diminimalkan. Hal ini sangat penting untuk menjaga kualitas hidup sekaligus mencegah komplikasi yang mungkin timbul akibat iritasi kronis pada kerongkongan.

Informasi ini berdasarkan penjelasan dari laman halodoc.com dan disampaikan melalui media resmi LPP RRI, yang memberikan panduan menu makanan agar penderita asam lambung dapat memilih bahan makanan yang tepat dan mengurangi gangguan pencernaan akibat refluks asam lambung.

Dengan pemilihan menu yang sesuai, penderita asam lambung dapat mengendalikan gejala serta menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman tanpa terganggu oleh sensasi terbakar atau nyeri pada dada dan tenggorokan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.