Media Kampung – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan memastikan pelaksanaan ibadah umrah di Arab Saudi masih berjalan lancar meski ada serangan di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, yang dilakukan Houthi.

Ia menyebut kondisi di sejumlah kota tujuan jemaah, seperti Makkah, Madinah, dan Jeddah, sejauh ini masih kondusif. Menurut Gus Irfan, laporan terakhir dari jemaah umrah juga menunjukkan perjalanan berjalan aman, terutama untuk penerbangan langsung atau direct flight.

“Jemaah umrah laporan terakhir alhamdulillah lancar semuanya, terutama yang terkait dengan direct flight-nya, yang langsung, yang tidak transit,” kata Gus Irfan saat ditemui di JEC, Kabupaten Bantul, DIY, Jumat (23/10/2026).

Meski begitu, ia mengakui ada beberapa penerbangan yang mengalami keterlambatan. Namun, keterlambatan itu disebutnya tidak terlalu signifikan.

“Yang transit pun alhamdulillah juga lancar, tapi ada beberapa kali delay-delay, tapi tidak terlalu signifikan. Mudah-mudahan tetap lancar semuanya,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi perkembangan situasi, Gus Irfan mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.

“Tentu kita tiap hari selalu komunikasi dengan Kemenlu, kita kemudian KBRI Riyadh, KJRI di Jeddah, kita selalu komunikasi. Kalau ada hal yang perkembangannya mengkhawatirkan, pasti mereka akan menyampaikan kepada kami,” katanya.

Ia juga mengaku sudah bertemu Duta Besar Arab Saudi di Indonesia dan mendapat informasi bahwa ibadah umrah masih berjalan dengan baik.

“Kemarin saya ketemu Duta Besar Saudi di sini dan relatif semuanya masih berjalan untuk umrah dengan baik karena Makkah, Madinah, Jeddah selama ini masih kondusif,” pungkasnya.

Melansir Reuters, sedikitnya dua orang dilaporkan tewas dan delapan lainnya luka-luka akibat serangan di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, pada Rabu (21/10) dini hari. Reuters juga melaporkan otoritas Arab Saudi belum mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Namun, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman sebelumnya telah memperingatkan maskapai penerbangan agar tidak menggunakan wilayah udara Arab Saudi pada bulan ini, seiring meningkatnya serangan kelompok tersebut terhadap kerajaan itu. Serangan juga disebut mengarah ke bandara di Riyadh.