Media Kampung – Kondisi di Timur Tengah semakin memanas menyusul ketidakpastian perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengungkapkan rencana untuk memperkenalkan senjata baru dan memberikan sinyal terkait pemutusan kabel internet bawah laut di Selat Hormuz. Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, menyatakan bahwa tujuh kabel internet utama yang melintasi Selat Hormuz menjadi target yang perlu diperhatikan.
Ketegangan di Selat Hormuz
Pernyataan tersebut disampaikan saat upacara di Museum Pertahanan Suci di Teheran. Mohebbi menegaskan bahwa seluruh lalu lintas data internet dan komersial melintasi kabel-kabel tersebut. Ia memperingatkan bahwa target-target baru untuk serangan akan diungkapkan, dan senjata-senjata baru juga akan diperkenalkan.
Ancaman terhadap Infrastruktur
Awal bulan ini, Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menyatakan bahwa Teheran memiliki kemampuan untuk menargetkan kabel internet bawah laut, pusat data, dan fasilitas kecerdasan buatan yang terkait dengan Amerika Serikat jika konflik kembali pecah. Ia menegaskan bahwa infrastruktur tersebut dapat dihancurkan jika situasi memanas kembali.
Dengan meningkatnya ketegangan ini, perhatian dunia tertuju pada potensi dampak yang dapat ditimbulkan oleh tindakan Iran terhadap infrastruktur internet global yang melewati Selat Hormuz.













