Media Kampung – Teheran, Media Kampung – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim bahwa dua kapal supertanker minyak meledak setelah menghantam ranjau laut di Selat Hormuz pada Sabtu (17 Oktober 2026). Kedua insiden tersebut dilaporkan terjadi dalam rentang waktu beberapa jam.
Dalam pernyataan yang diterbitkan melalui media resmi IRGC, Sepah News, pihak angkatan laut Iran menyebutkan bahwa ledakan pertama terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat, memicu kebakaran besar di kapal tanker yang dilaporkan mengangkut lebih dari 2 juta barel minyak mentah. Menurut IRGC, kapal tersebut telah mematikan sistem GPS dan radar sebelum melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang dianggap sebagai rute ilegal.
Beberapa jam sebelumnya, IRGC juga melaporkan insiden serupa yang melibatkan kapal supertanker lain, yang diklaim mengalami ledakan besar setelah menghantam ranjau laut ketika mencoba melintasi selat tanpa izin. Ledakan itu dilaporkan juga menyebabkan kebakaran hebat. Kapal kedua tersebut juga dilaporkan telah mematikan sistem GPS dan radar serta mengangkut lebih dari 2 juta barel minyak mentah.
Namun, klaim mengenai penyebab ledakan, kondisi kedua kapal, serta dampak insiden tersebut masih memerlukan konfirmasi independen.
Iran Perketat Pengawasan Selat Hormuz
Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dan salah satu rute utama pengiriman minyak dunia. Menurut laporan, Iran telah memperketat kendalinya atas Selat Hormuz sejak 28 Februari 2026, yang mencakup larangan pelintasan aman bagi kapal-kapal yang dimiliki atau berafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat, menyusul serangan gabungan kedua negara terhadap wilayah Iran.
Situasi keamanan di kawasan tersebut menjadi perhatian global, karena gangguan terhadap pelayaran di Selat Hormuz berpotensi memengaruhi distribusi minyak mentah global. Meski demikian, belum ada informasi independen dalam laporan tersebut yang memastikan identitas kedua kapal tanker, jumlah korban, maupun besarnya kerugian akibat ledakan dan kebakaran. Keterangan mengenai kedua insiden tersebut untuk sementara masih bersumber dari pernyataan Angkatan Laut IRGC Iran.













