Media Kampung – Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan enam serangan terhadap sejumlah target militer, fasilitas minyak, dan bandara di Arab Saudi dalam kurun waktu 48 jam hingga Senin (19 Oktober 2026). Klaim ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua pihak.

Serangan Houthi

Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, menyatakan bahwa serangan pertama menyasar fasilitas perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, di Kota Yanbu, pesisir Laut Merah. Menurut klaimnya, serangan itu mengenai sasaran dan memicu kebakaran. Serangan kedua dilaporkan menyasar ladang minyak Shaybah di wilayah timur Arab Saudi, juga menyebabkan kebakaran.

Selain itu, Sarea menyebutkan bahwa target lainnya termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Bandara Internasional Abha di barat daya Arab Saudi, serta beberapa instalasi radar dan pangkalan militer. Serangan ini dianggap sebagai balasan atas lebih dari 200 serangan udara dan rudal yang dilancarkan oleh Arab Saudi terhadap Sanaa dan wilayah lain di Yaman yang dikuasai Houthi selama periode yang sama.

Penundaan Konferensi Investasi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari pemerintah Arab Saudi atau koalisi yang dipimpin oleh negara tersebut mengenai klaim serangan Houthi. Namun, ketegangan ini juga berdampak pada agenda ekonomi, di mana pemerintah Arab Saudi menunda konferensi investasi internasional Future Investment Initiative (FII) ke-10 yang semula dijadwalkan berlangsung pada 26-29 Oktober 2026 di Riyadh hingga 2027.

Serangan di Yaman

Sementara itu, serangan rudal Houthi terhadap sebuah pangkalan militer pemerintah di Provinsi Shabwa, Yaman, dilaporkan menewaskan 53 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya. Sarea mengklaim bahwa mereka menargetkan mobilisasi militer Arab Saudi di pangkalan tersebut, serta menyebut sejumlah perwira Arab Saudi termasuk di antara korban. Namun, klaim tersebut belum dapat dipastikan secara independen.

Ketegangan yang meningkat ini menunjukkan kompleksitas situasi di kawasan, di mana konflik antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung oleh Arab Saudi terus berlanjut, menciptakan dampak yang luas terhadap stabilitas di Yaman dan sekitarnya.