Media Kampung – Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan kunjungan ke kawasan Timur Tengah yang mencakup Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Arab Saudi. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan strategis dan ekonomi serta mendukung upaya memulihkan stabilitas kawasan, termasuk kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Dalam pertemuan dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, kedua pemimpin menyerukan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza sesuai kesepakatan gencatan senjata, serta penghentian kebijakan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki. Pernyataan ini dikeluarkan setelah pertemuan di Doha pada 21 Oktober 2026.
Kedua negara menegaskan penolakan terhadap setiap upaya mencaplok Tepi Barat yang diduduki dan menyerukan penghentian kekerasan oleh pemukim Israel. Mereka juga menekankan pentingnya penerapan gencatan senjata di Gaza dan penarikan pasukan Israel sesuai pengaturan yang telah disepakati.
Macron dan Emir Qatar juga menyerukan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza secara segera dan tanpa hambatan. Mereka mendukung solusi dua negara dan pemilu Palestina sebagai langkah untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
Terkait Iran, kedua negara mengutuk serangan militer Iran terhadap negara-negara di kawasan dan menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomatik untuk memastikan program nuklir Teheran digunakan hanya untuk tujuan damai. Macron juga memuji upaya mediasi Qatar dalam meredakan ketegangan di kawasan.
Di luar isu regional, kedua negara sepakat untuk memperluas kerja sama di bidang pertahanan, keamanan, dan ekonomi.












