Media Kampung – Gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,5 yang mengguncang Venezuela pada akhir Juni lalu telah menewaskan 2.954 orang. Angka tersebut berdasarkan data resmi per Sabtu (4/7/2026), meningkat lebih dari 300 jiwa dibandingkan hari sebelumnya. Bencana ini menjadi salah satu gempa paling mematikan di kawasan Amerika Latin.

Selain korban tewas, lebih dari 16.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Ribuan lainnya masih dinyatakan hilang. Gempa juga merobohkan 190 bangunan, terutama di wilayah pesisir La Guaira, utara ibu kota Caracas. Akibatnya, lebih dari 16.000 warga kehilangan tempat tinggal.

Tim penyelamat dari berbagai negara, termasuk Brasil, dikerahkan untuk mencari korban selamat. Namun, sepuluh hari setelah gempa, operasi pencarian mulai diakhiri karena peluang menemukan korban hidup sangat kecil. Menurut standar penanganan bencana, peluang terbesar untuk menemukan korban selamat hanya bertahan hingga 72 jam pasca gempa. Meski demikian, beberapa orang secara ajaib masih ditemukan hidup pada pekan ini.

Banyak keluarga masih berupaya mengevakuasi jenazah anggota keluarganya dari bawah reruntuhan. Pemerintah Venezuela terus berkoordinasi dengan badan internasional untuk menangani dampak bencana, termasuk penyediaan tempat penampungan sementara dan layanan kesehatan bagi para pengungsi.

Gempa ini menjadi pengingat akan kerentanan wilayah pesisir Venezuela terhadap bencana seismik. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.