Media Kampung – Video lama kebakaran di Dubai kembali beredar di media sosial dan diklaim sebagai dokumentasi serangan terbaru Amerika Serikat terhadap Iran. Klaim ini muncul di tengah eskalasi konflik antara kedua negara yang telah saling serang selama dua hari berturut-turut pada Juni 2026.
Faktanya, video tersebut adalah rekaman insiden kebakaran di Dubai yang terjadi pada tahun 2023, bukan serangan militer AS ke Iran. Informasi ini penting diluruskan agar publik tidak terjebak dalam hoaks yang dapat memperkeruh situasi.
Sementara itu, konflik nyata antara AS dan Iran terus memanas. Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi telah melancarkan serangkaian serangan pertahanan diri terhadap target militer, fasilitas pengawasan, dan radar di Iran selatan pada Kamis (11/6/2026).
Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak akan ragu melanjutkan serangan jika Iran tidak segera menyepakati perjanjian damai. Pernyataan ini langsung memicu lonjakan harga minyak dunia hingga hampir 3 dolar AS.
Sebagai balasan, Iran menyerang 18 target militer AS di Kuwait dan Bahrain, termasuk pangkalan udara dan sistem Patriot. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengklaim telah menembakkan rudal balistik ke pusat komando AS di Yordania.
Serangan udara AS juga menghantam kota-kota strategis di Selat Hormuz seperti Jask, Kouhe Mobarakeh, Pulau Qeshm, dan Bandar Abbas, menyebabkan kerusakan pada fasilitas sipil termasuk dua waduk air bersih.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa langkah militer ini bertujuan menekan Iran agar mau bernegosiasi. “Kami akan memukul mereka dengan keras malam ini, dan mudah-mudahan Iran membuat keputusan yang baik,” ujarnya.
Di tengah ketegangan ini, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan video lama yang tidak terkait agar tidak menambah kekacauan informasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan