Media Kampung – Pemerintah Amerika Serikat tengah mengalokasikan dana lebih dari 100 miliar dolar untuk operasi militer yang menarget Iran, sementara di sisi lain, pengadilan federal AS membekukan program dana kompensasi senilai 1,8 miliar dolar (sekitar Rp 32 triliun) yang kontroversial dan dianggap sebagai hadiah politik untuk loyalis Presiden Donald Trump.
Program bernama “Anti-Weaponization Fund” ini awalnya dibentuk untuk memberikan kompensasi kepada korban penyalahgunaan kekuasaan negara. Namun, dana tersebut kini disorot karena diduga berpotensi menguntungkan kelompok politik tertentu, khususnya pendukung Trump. Hakim Distrik Federal Leonie Brinkema memutuskan untuk menghentikan operasional dana tersebut sementara waktu sampai sidang yang dijadwalkan pada 12 Juni berlangsung.
Departemen Kehakiman AS menolak keputusan tersebut, tetapi menyatakan akan mematuhi perintah pengadilan. Pemerintah menjelaskan bahwa dana ini ditujukan untuk membantu siapa saja yang merasa menjadi korban penyalahgunaan kekuasaan, tanpa memandang afiliasi politik, baik Demokrat, Republik, maupun independen. Dana ini merupakan hasil penyelesaian gugatan perdata Trump terhadap Internal Revenue Service (IRS) terkait kebocoran laporan pajaknya oleh seorang mantan kontraktor pemerintah.
Sementara itu, dalam langkah lain yang menarik perhatian, pemerintah AS juga tengah mempersiapkan pencetakan uang kertas baru pecahan 250 dolar yang akan menampilkan potret Presiden Donald Trump. Rancangan undang-undang yang diajukan oleh anggota DPR Joe Wilson dari Partai Republik mengusulkan pencetakan uang ini sebagai bagian dari peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat pada tahun ini.
Undang-undang federal saat ini melarang pencetakan uang dengan gambar orang yang masih hidup, namun para pendukung Trump berupaya mengubah aturan tersebut. Departemen Keuangan, melalui Bureau of Engraving and Printing (BEP), sudah mulai melakukan perencanaan dan uji coba untuk pembuatan uang kertas ini jika legislasi disahkan.
Rencana ini menjadi bagian dari upaya Trump dan sekutunya untuk menempatkan citra dan nama Trump pada berbagai simbol nasional, menyusul rencana sebelumnya yang menampilkan tanda tangan Trump pada uang kertas sebagai bagian dari perayaan 250 tahun AS.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan