Media Kampung – Indeks saham Amerika Serikat, Wall Street, melemah pada penutupan perdagangan Rabu (4/6) imbas perang AS dan Iran yang kembali panas. Konflik terbaru antara kedua negara menambah tekanan pada gencatan senjata yang rapuh dan mendorong harga minyak lebih tinggi.

Berdasarkan data dari Bloomberg, Indeks S&P 500 turun 0,74 persen, Indeks Nasdaq 100 melemah 0,89 persen, dan Dow Jones Industrial Average anjlok 1,21 persen. Ketegangan meningkat setelah AS dan Iran bentrok lagi dalam serangan paling serius sejak gencatan senjata berlaku, dengan Kuwait dan Bahrain ikut terjebak dalam baku tembak.

Meningkatnya ketegangan Washington-Teheran menjadi tema utama pekan ini, ditambah operasi Israel di Lebanon yang semakin memperumit situasi. Di luar Timur Tengah, investor mengawasi data ekonomi AS. Penggajian sektor swasta naik 122.000 pada Mei, tertinggi dalam lebih dari setahun, menurut ADP Research. Data ini menandakan pasar tenaga kerja masih kuat meski terdampak perang di Iran.

Klaim pengangguran AS awal akan dirilis pada Kamis, sementara laporan pekerjaan bulanan untuk Mei jatuh tempo Jumat mendatang.

Reli saham kecerdasan buatan (AI) berhenti pada Rabu karena selera risiko mulai menghilang. Saham UBS Group AG turun 1,4 persen, mematahkan kemenangan beruntun empat sesi. Namun, saham Marvell Technology Inc. naik 3,7 persen setelah melonjak 33 persen pada Selasa. Lonjakan perusahaan semikonduktor dan jaringan itu terjadi setelah CEO Nvidia Corp, Jensen Huang, memprediksi perusahaannya akan menjadi bisnis berikutnya yang mencapai valuasi USD 1 triliun.

Analis Capital.com, Daniela Hathorn, mengatakan laju reli telah termoderasi. “Ketegangan antara pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang terus berlanjut menjadi pendorong utama. Untuk saat ini, selera risiko tetap didukung, tetapi dengan penilaian yang diregangkan dan pergeseran ekspektasi kebijakan moneter, pasar tampak semakin sensitif terhadap tanda-tanda bahwa pendapatan dan kisah pertumbuhan mungkin mulai melunak,” ujar Hathorn.

Dalam pergerakan saham tunggal, manajer aset alternatif seperti Blackstone Inc. dan KKR Co. Inc. jatuh setelah dana kredit swasta unggulan Cliffwater LLC melaporkan permintaan penebusan yang lebih besar dibanding kuartal pertama. Saham Global Payments Inc. turun 8,3 persen setelah Susquehanna menurunkan target harganya, mencatat eksposur perjalanan Timur Tengah akan tetap menjadi beban. Saham Palo Alto Networks Inc. juga turun 5,6 persen meski perusahaan merilis perkiraan pendapatan yang disesuaikan lebih kuat dari perkiraan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.