Media KampungKremlin menyatakan harapan agar Amerika Serikat tetap melanjutkan peran mediasi dalam konflik yang tengah berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, saat konferensi pers di Moskow pada Kamis, 14 Mei 2026.

Peskov menegaskan bahwa Rusia menghargai keterlibatan Amerika Serikat dalam proses negosiasi penyelesaian konflik tersebut. Meski saat ini diplomat Amerika sedang fokus pada isu Iran, Rusia tetap membuka ruang untuk pembicaraan lanjutan mengenai Ukraina.

“Kami bersedia melanjutkan negosiasi. Namun, saat ini negosiator Amerika tengah mengutamakan isu Iran, di mana mereka berperan langsung sebagai peserta, bukan mediator,” ujar Peskov. Ia menambahkan bahwa Rusia berharap proses diplomasi ini dapat terus berlanjut demi mencari solusi damai.

Selain itu, Peskov juga menanggapi kabar tentang kemungkinan kunjungan Rustem Umerov, Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, ke Amerika Serikat. Namun, rincian lebih lanjut mengenai kunjungan tersebut tidak diungkapkan.

Kremlin juga menegaskan bahwa gencatan senjata yang diberlakukan saat peringatan Hari Kemenangan tetap dijalankan pada tanggal 8 dan 9 Mei 2026. Parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah Moskow juga berlangsung sesuai jadwal, meskipun dalam skala yang lebih terbatas untuk menjaga keamanan publik.

Pemerintah Rusia mengambil langkah-langkah keamanan tambahan guna melindungi warga dan infrastruktur penting negara. Peskov menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan acara tersebut.

Pernyataan dari Kremlin ini menunjukkan sikap Rusia yang tetap terbuka pada dialog dan berharap peran Amerika sebagai mediator dapat berlanjut, meski Amerika Serikat kini lebih fokus pada isu lain yang mereka anggap prioritas. Hal ini menjadi sinyal penting dalam dinamika diplomasi internasional terkait konflik Ukraina.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.