Media Kampung – Keberhasilan Inter Milan meraih gelar Serie A dan Coppa Italia pada musim 2025/2026 mendapat sorotan dari pengamat sepak bola Aji Ridwan. Ia menilai pencapaian itu menunjukkan kemampuan pelatih muda Cristian Chivu dalam membawa klub meraih dominasi di kancah sepak bola Italia.

Inter Milan berhasil menyabet gelar Serie A ke-21 sepanjang sejarah klub, sekaligus menjuarai Coppa Italia setelah mengalahkan Lazio dengan skor 2-0. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan posisi Inter sebagai kekuatan utama sepak bola domestik, unggul dari rival sekotanya, AC Milan, yang memiliki 19 gelar liga.

Aji Ridwan mengungkapkan bahwa pengalaman Chivu saat menjadi pemain di era kepelatihan Jose Mourinho sangat berpengaruh pada gaya dan mental kepelatihannya saat ini. Setelah pensiun sebagai pemain, Chivu terlibat dalam pembinaan akademi dan tim muda Inter sebelum dipercaya menjadi pelatih utama musim ini.

“Pengalaman Chivu di era Mourinho membentuk mental kepelatihannya. Kini kepercayaan dari manajemen Inter berhasil dijawab dengan prestasi yang diraih,” ujar Aji saat dihubungi pada Kamis, 14 Mei 2026.

Walaupun skuad Inter Milan tidak dihuni oleh pemain-pemain dengan popularitas besar, Chivu mampu memaksimalkan potensi kolektif tim melalui pendekatan disiplin dan pengelolaan tim yang baik. Kapten Lautaro Martinez disebut menjadi sosok penting dalam menjaga semangat dan kekompakan pemain di ruang ganti.

Aji menilai bahwa keberhasilan musim ini menandai awal era baru atau dinasti Inter di sepak bola Italia. Namun, ia juga menegaskan Inter perlu memperkuat skuad untuk menghadapi kompetisi Liga Champions musim depan agar dapat bersaing di level Eropa.

Manajemen Inter didorong untuk mendatangkan pemain dengan kualitas lebih tinggi guna memenuhi target tersebut. Sementara itu, keputusan mempertahankan Cristian Chivu sebagai pelatih utama dinilai tepat karena pelatih muda ini masih berpeluang membawa Inter meraih prestasi lebih besar di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.