Media Kampung – Pendeta berkati drone tempur Ukraina menjelang Paskah Ortodoks, memberikan dukungan spiritual kepada pasukan yang berjuang di zona konflik.
Pada 8 April 2026, di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina, seorang pendeta Ortodoks bernama Stepan mengunjungi pos militer yang berada dekat garis depan.
Stepan memercikkan air suci ke sebuah unit drone tempur buatan Ukraina yang diberi nama “Gara”.
Drone tersebut dipakai oleh Batalyon Tujuan Khusus Kepolisian Nasional untuk mendukung operasi di zona konflik.
Kunjungan itu dilakukan selang beberapa hari sebelum perayaan Paskah Ortodoks, hari suci yang menandai kebangkitan Kristus.
Paskah menjadi momen penting bagi umat Ortodoks, termasuk para prajurit yang berjuang di medan perang.
Dalam prosesi, Stepan menyampaikan doa singkat, meminta perlindungan Tuhan bagi para pilot dan personel yang mengoperasikan “Gara”.
Ia kemudian menyapu air suci ke badan drone, sebuah tindakan yang dianggap memberi berkat rohani atas peralatan militer.
“Semoga Tuhan melindungi mereka yang mengendalikan mesin ini dari bahaya,” ujar Stepan kepada para anggota batalyon.
Anggota batalyon menerima aksi tersebut dengan rasa hormat, menyatakan bahwa doa memberi dorongan moral di tengah serangan terus‑menerus.
Sejumlah tentara melaporkan bahwa keberadaan drone “Gara” meningkatkan kemampuan pengintaian dan serangan presisi di wilayah Zaporizhzhia.
Data tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam efektivitas pertahanan wilayah selatan Ukraina.
Tradisi memberkati peralatan militer bukan hal baru di kalangan Gereja Ortodoks, terutama saat konflik berkepanjangan.
Sejak invasi Rusia pada 2022, pendeta‑pendeta sering mengunjungi barak, kapal, dan kendaraan tempur untuk memberikan doa.
Praktik tersebut diyakini memperkuat rasa kebersamaan dan mengurangi rasa takut di antara prajurit.
Pada kesempatan yang sama, Stepan juga melaksanakan ibadah singkat bagi anggota batalyon yang hadir.
Ia mengingatkan mereka akan pentingnya kedamaian, sekaligus menegaskan dukungan rohani bagi upaya pertahanan negara.
Observasi pihak ketiga mencatat bahwa aksi semacam ini dapat memengaruhi moral pasukan secara positif, meski tidak mengubah dinamika taktis secara langsung.
Para analis militer menilai bahwa keberadaan drone “Gara” tetap menjadi aset strategis bagi Ukraina dalam melawan serangan artileri Rusia.
Sementara itu, Rusia melaporkan peningkatan intensitas serangan udara di daerah sekitarnya pada minggu itu.
Hingga akhir pekan, Stepan melaporkan bahwa para prajurit merasa lebih termotivasi dan siap menghadapi tantangan berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan