Film Monster Pabrik Rambut Mengangkat Isu Horor Overwork dan Eksploitasi Pekerja
Media Kampung – Film horor berjudul Monster Pabrik Rambut membawa tema sosial yang dekat dengan kehidupan pekerja sehari-hari, khususnya budaya kerja yang berlebihan dan eksploitasi dalam sistem kerja modern. Film ini menyajikan isu tersebut melalui pendekatan fantasi dan elemen body horror yang menjadi ciri khas karya sutradara Edwin.
Horor Sebagai Kritik Sosial
Edwin menjelaskan bahwa genre horor memiliki akar kuat sebagai medium kritik sosial. Ketakutan yang dihadirkan dalam film horor biasanya lahir dari kegelisahan manusia terhadap kondisi nyata di masyarakat. Ia mencontohkan film-film horor klasik seperti Dracula dan Nosferatu yang muncul sebagai respons terhadap perubahan sosial di era revolusi industri, menandakan bahwa horor seringkali mencerminkan ketakutan yang berasal dari sistem yang ada.
Inspirasi dan Pendekatan Cerita
Penulis skenario Eka Kurniawan mengungkapkan bahwa ide film ini lahir dari keresahan atas realitas kerja yang dialami masyarakat. Bersama Edwin, Eka ingin menciptakan film horor yang tidak bergantung pada mitologi atau sosok gaib, melainkan mengangkat pengalaman hidup sehari-hari yang penuh tekanan dan ketakutan.
Eka menilai aktivitas rutin seperti bekerja, lembur, dan interaksi manusia dengan benda-benda di lingkungan kerja dapat menjadi sumber ketakutan tersendiri. Proses produksi wig serta suasana pabrik yang digambarkan dalam film menjadi medium visual untuk menyampaikan rasa takut dan tekanan yang dialami pekerja.
Selain itu, benda-benda yang muncul dalam proses kerja sengaja ditampilkan untuk membangun ketegangan visual. Menurut Eka, selain membantu manusia dalam bekerja, benda-benda tersebut juga bisa membawa rasa takut dan tekanan yang intens selama proses kerja berlangsung.
Rambut sebagai Simbol Tekanan Kerja
Edwin memilih rambut sebagai elemen sentral cerita karena rambut memiliki kaitan erat dengan kondisi fisik dan mental manusia. Rambut yang rontok atau memutih saat stres menjadi simbol nyata dari respons tubuh terhadap tekanan. Ia menilai rambut mampu menjadi simbol kuat untuk menggambarkan tekanan kerja serta eksploitasi manusia dalam sistem kapitalis modern.
Produksi dan Pemutaran Film
Film Monster Pabrik Rambut telah melakukan pemutaran perdana dunia di Berlinale 2026. Film ini disutradarai oleh Edwin dan diproduseri Meiske Taurisia serta Muhammad Zaidy, dengan naskah yang ditulis oleh Eka Kurniawan. Deretan pemeran film ini antara lain Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Kev, Sal Priadi, dan Didik Nini Thowok.
Monster Pabrik Rambut dijadwalkan tayang di Indonesia mulai 4 Juni 2026, menyajikan sebuah karya horor yang tidak hanya menakutkan secara visual tapi juga menghadirkan kritik sosial mendalam terkait kondisi kerja saat ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan